THING Suarakan Punk Cepat di “Treat Me Like A Queen”

Musik bertempo cepat dan dinamis yang dipacu bersama riff-riff gitar yang menderu menjadi karakteristik unit rock asal Jakarta ini. Lewat single terbarunya yang bertajuk “Treat Me Like A Queen”, The Idiot Nasty Group – disingkat THING – menunjukkannya, yang diolah berdasarkan berbagai referensi dan inspirasi, yang kebanyakan berasal dari punk era ‘80an hingga punk hari ini seperti Bikini Kill, The Muffs hingga The Interrupters.

“Treat Me Like A Queen” sendiri merupakan satu dari lima lagu lainnya yang bakal menyesaki album mini (EP) THING yang dicanangkan rilis tahun ini juga. Single ini juga mewakili karakter lagu bertempo cepat tadi, karena memang disesuaikan dengan suasana lagunya yang serius, sama seperti pesan yang ingin mereka sampaikan kepada pendengar lewat lagu tersebut.

“Untuk keseluruhan lagu di materi EP kami nanti sangat bervariasi,” tutur pihak band kepada MUSIKERAS, memberi bocoran. “Kami tidak hanya membuat lagu yang bertempo cepat seperti musik punk pada umumnya, tetapi juga mengambil beberapa unsur musik lain seperti ska, hardcore, dan juga nuansa pop punk. Hal itu yang membuat kami merasa berbeda dibanding band punk lainnya. Kami tidak mempunyai suatu patokan musik yang kami ingini. Kami mencoba menjadi diri kami sendiri sebagai band dalam membuat musik dan lirik dari berbagai ide, serta eksplorasi kami dalam mendengarkan berbagai macam aliran musik. Selain jenis musik, tema lagu pada materi EP kami juga beragam, mulai tentang movement, cinta, persahabatan hingga gaya hidup remaja. Harapan kami mampu memberikan warna baru di skena underground dan independen, terutama skena punk rock itu sendiri.”

Proses kreatif “Treat Me Like A Queen” diawali Charissa ‘Caca’ Immanuella (vokal), Gracio Haggai (bass), Lukas Notoprodjo (gitar) dan Ferdinan Evando (dram) dari gagasan riff gitar serta sepenggal lirik sesuai judul pada verse awal. Setelah itu dilanjutkan pembuatan lirik, lalu melatihnya di studio sambil mengaransemen musik dan lirik bersama.

“Satu hal yang menarik dari segi penulisan lirik yaitu kata-kata yang keluar dominan dari para laki-laki di dalam band ini. Memang sesuai judulnya, lagu ini berisi tentang bagaimana kami sebagai band ingin memberi penekanan tentang berbagai cara memperlakukan wanita sebaik mungkin.”

Setelah proses kreatif selesai, para personel THING pun masuk studio rekaman dengan menyiapkan enam lagu yang disiapkan untuk EP pertama mereka. “Kami memulai rekaman pada awal Desember (2018) dan selesai pada akhir Januari (2020) di Benji Studio Bekasi, dibantu oleh Pemil sebagai sound engineer.”

Oh ya, nama The Idiot Nasty Group sendiri dicetuskan sebagai nama band berdasarkan usulan Gracio Haggai, yang berkaitan dengan prilaku mereka saat merencanakan pembentukan band tersebut, pada 2018 lalu. Para personel THING telah berteman sejak sekolah dan sering meluangkan waktu bersama untuk menonton berbagai konser. Lalu tanpa sadar tercetuslah keinginan mereka untuk membuat band dengan konsep vokalis perempuan, agar berbeda dibanding teman-teman mereka yang kebanyakan membentuk band dengan keseluruhan personel laki-laki.

“Lalu kami membuat suatu grup chat yang diisi kami berempat. Alih-alih membicarakan tentang lagu atau pun band-band, kami malah banyak mengirim foto-foto dan video lucu sambil membahas pembahasan yang tidak penting. Dari situlah Gracio menciptakan nama The Idiot Nasty Group.”

Saat ini, “Treat Me Like A Queen” sudah tayang di berbagai platform jasa dengar musik digital (streaming) seperti Spotify, Deezer, Apple Music dan sebagainya. (mdy/MK01)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *