Karya Single INCARNATED, Antara Black, Death dan Metalcore

Walau baru dibentuk pada pertengahan 2018 lalu, tapi unit cadas asal Malang, Jawa Timur ini bisa dibilang langsung tancap gas dalam hal kreativitas. Kini, mereka sudah mengantongi dua single berbahaya, yakni “Unbaptised” dan “Holy War” dan sudah mencanangkan meletupkan karya rekaman album tahun depan.

“Unbaptised” yang menjadi pengalaman pertama mereka merekam lagu digarap para personelnya, yakni M. Nur Imam Firmansyah (vokal), Arief Hidayat (gitar), Dyan Dianggra (gitar), Ade Yudis Pranandhi (bass) dan Vani Rizal Kusuma Hendra (dram) hanya dalam waktu empat hari. Keseluruhan prosesnya digarap di studio rumahan milik Yudis, bassis Incarnated.

Walau demikian, proses menuju tahapan rekaman butuh tiga bulan, yang dimulai dari materi lagu yang dibawa oleh Arief, yang lantas diperdengarkan ke Dyan. Setelah itu, barulah masuk ke fase penggodokan aransemen bersama personel lainnya.

Untuk pengolahan musiknya, Incarnated menggabungkan kecepatan ciri khas death metal dan riff-riff metalcore pada gitar serta high scream dan growl pada vokal. Mereka banyak dipengaruhi oleh band-band keras dunia seperti The Black Dahlia Murder, As Blood Runs Black, Batushka, Miss May I hingga Behemoth.

“Secara garis besar kami memainkan musik melodic death metal, tetapi kami juga memasukkan lick-lick harmonis. Dan untuk vokal menggabungkan high scream ala black metal serta juga (teknik vokal) deep growl,” ulas Incarnated kepada MUSIKERAS meyakinkan.

Khusus tentang single “Unbaptised”, Incarnated menyoroti moral generasi saat ini yang berpandangan sempit (narrow minded), selalu merasa benar ucapannya, dimana pemikiran-pemikiran yang dimiliki keliru, serta perilaku yang tidak sesuai dengan ucapannya. “Unbatised” bisa didengankan di kanal Soundcloud serta YouTube. (aug/MK02)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *