SINUSES Tebar Kisah Pembunuhan Massal di Makassar

Bersiap untuk terjangan kengerian dari Sulawesi Selatan.

Kuartet slamming death metal asal Kota Daeng ini baru saja meletupkan “Impact to Death”, sebuah single berbahaya yang dirilis via label independen Aincard Records

“Kami meramu materi yang lebih bernuansa etnik dan kultur serta mengangkat tema sejarah kelam Kota Makassar dan daerah di sekitarnya, yang berkaitan erat dengan pembantaian, pembunuhan dan gore,” cetus pihak Sinuses kepada MUSIKERAS, menegaskan.

“Impact to Death” yang digarap di studio rekaman Remains Records sejak akhir 2019 lalu mengedepankan teknik vokal yang didominasi deep growl serta scream yang cukup mewakili penggambaran erangan emosi dan kesakitan, plus raungan instrumen gitar dan bass khas death metal. Lantas formula tersebut disempurnakan dengan geberan blast-beat bertempo tinggi dari lini belakang serta patahan-patahan (breakdown) yang catchy.

Slamming death metal menjadi kendaraan utama Sinuses untuk menancapkan kengeriannya. Para personelnya – Taufik (vokal), L. Moh Abdu Rahman Situju atau Alex (bass), Apriandy Anggar Putra (dram) dan Zuhal ‘Chua’ (gitar) – banyak terpengaruh band-band cadas dunia seperti Extermination Dismemberment, Visceral Disgorge, Cerebral Incubation serta pahlawan lokal Turbidity, Death Vomit dan Viscral.

“Yang membuat kami memilih slamming sebagai jalur dalam bermusik karena soundnya yang berat dengan part-part breakdown yang catchy seolah menghipnotis setiap metalhead – bahkan kami sendiri – untuk ber-headbang ria di gigs atau pun saat mendengarkannya di tempat lain.”

“Impact to Death” mengawali jalan Sinuses menuju perilisan album penuh. Kini, penggaparapannya telah masuk ke tahap perampungan beberapa materi lagi, dan mereka menargetkan sudah bisa melepasnya pada Desember 2020 mendatang. Total ada sembilan lagu yang akan menjadi amunisi di album yang hampir dipastikan berjudul “”Tragedi Korban 40.000 Jiwa”.

“Kami akan mengangkat tema mengenai sejarah kelam pasca kemerdekaan yaitu Tragedi Korban 40.000 Jiwa yang menimpa rakyat sipil Sulawesi Selatan atas operasi militer dibawah pimpinan Raymond Pierre Paul Westerling. Dengan harapan agar generasi muda saat ini tidak melupakan sejarah bangsanya.”

Sinuses terbentuk pada 2018 atas gagasan vokalis Taufik dengan bassis Alex. Pemberian nama atas ide dari Taufik merupakan adaptasi dari Sinus Preauricular, sebuah kelainan kongenital berupa lubang kecil di depan telinga yang mirip bekas tindikan dan tidak semua orang memilikinya. Dari nama itu, mereka menempatkan Sinuses sebagai seniman yang ‘menjual’ bunyi untuk dipersembahkan bagi tiap pasang telinga para penikmat musik anti-mainstream. (aug/MK02)

.

1 comment
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
der jager
Read More

DER JAGER: Lestarikan Heavy Metal

Sembilan komposisi lagu energik yang raw, agresif dan oldschool diberondongkan Der Jager lewat sebuah album baru bertajuk “..In Which Evil Dwells”.
darraq
Read More

DARRAQ: Menabrak Batas Konvensional

Di album mini (EP) debutnya, “Of Human Nature”, Darraq menerapkan banyak warna. Ada elemen black metal, doom metal, doom stoner, groove hingga speed metal.
revelish
Read More

REVELISH: Eksplorasi Awal di Metal Modern

Lagu rekaman debut “Falsehood Progression” disuarakan Revelish sebagai penyaluran kemarahan kolektif dalam geberan komposisi metal yang kekinian.
killer of gods
Read More

KILLER OF GODS: Tusukan Kebrutalan Demagogi

Album brutal death metal yang mengangkat kritik atas demagogi dan ketimpangan sosial disemburkan Killer Of Gods lewat sembilan amunisi lagu beringas.