WOLFBREATH: Hibrida Cadas “Crumbling Existence”

Keprihatinan akan berbagai konflik dunia mengusik Wolfbreath untuk merampungkan album barunya, yang disemburkan lewat kemarahan bauran hardcore dan metal.
wolfbreath
WOLFBREATH

Wolfbreath menggelindingkan album terbarunya, “Crumbling Existence” setelah dua tahun menjalani proses kreatif di studio.

Kali ini unit hibrida hardcore beatdown dan metal asal Magelang, Jawa Tengah ini memuntahkan sembilan lagu yang mengeksplorasi tema pencarian jati diri, harapan, dinamika kehidupan serta sosial politik di liriknya.

Menurut Wolfbreath, album mereka ini adalah cerminan atas situasi keadaan dunia selama beberapa tahun terakhir. Setiap lagu menyimpan cerita yang jujur dan mereka berharap pendengar bisa menemukan bagian dari diri mereka di dalamnya.

Selain itu, yang paling utama dari lagu lagu di album ini adalah keprihatinan Wolfbreath terhadap konflik-konflik yang terjadi di Palestina, Sudan, Papua dan sebagainya.

“Kami harap dengan rilisnya album ini dapat diterima dengan poisitif oleh semua pendengar,” ujar vokalis Aji Wibowo (Skak) optimistis.

“Crumbling Existence” sendiri juga menjadi langkah baru bagi Wolfbreath dalam mengeksplorasi warna musik yang lebih matang, usai vakum selama tiga tahun.

Jika dibandingkan dengan karya-karya rekaman mereka sebelumnya, kini ada perbedaan dari sisi desain suara atau bunyi, instrumentasi serta liriknya.

“Jika pada album pertama seluruh lirik menggunakan bahasa Indonesia, di album ini semua lagu menggunakan bahasa Inggris,” cetus Wolfbreath kepada MUSIKERAS.

Begitu pula di acuan referensi musikalnya, dimana mereka semakin mengeksplorasi pengombinasian elemen hardcore dan metal.

“Kami terinspirasi oleh beberapa band seperti Jesus Piece, Knocked Loose hingga Slipknot. Riff gitar yang berat dan energik khas dari band-band tersebut akan sangat terasa di album ini.”

wolfbreath

Into the Dust

Sebenarnya, konsep album yang digarap oleh kombinasi tiga personel lama dan dua personel baru ini sudah direncanakan sejak 2014 silam. Bahkan beberapa lagu telah dibuat pada tahun tersebut.

Melibatkan Skak, gitaris Petrus Dian Agus yang juga sekaligus dipercaya sebagai produser, serta gitaris Asa Digdaya, bassis Fikri Maulana dan dramer Falak Algani.

Tapi keseluruhan proses rekaman album baru benar-benar rampung pada akhir 2025 lalu.

Direkam secara mandiri atau DIY (do-it-yourself). Rekaman gitar dan dram mereka lakukan sendiri di rumah, sedangkan perekaman isian vokal dieksekusi dengan menyewa studio milik rekan mereka.

Wolfbreath secara spesifik lalu menyebut lagu “World Full of Sin” dan “Into the Dust” sebagai komposisi yang cukup sulit serta menguras pikiran saat proses rekaman.

“Lagu-lagu ini sebenarnya sudah selesai pada tahun 2024, tetapi kami merekam ulang dan memperbaiki prosesnya. Kedua lagu ini juga memiliki lirik yang cukup emosional karena menceritakan kondisi negara dan dunia saat ini.”

Album “Crumbling Existence” mengunggulkan lagu berjudul “Climb the Ravine” sebagai nomor pemanasan, atau pembuka perjalanan menuju perilisan album, yang sudah diperdengarkan sejak 22 Desember 2025 lalu.

Untuk merayakan perilisan “Crumbling Existence”, Wolfbreath yang telah menggeliat di skena musik keras sejak 2017 silam berencana bakal menggelar rangkaian tur promosi di beberapa kota serta tampil dalam sejumlah festival musik sepanjang tahun ini.

Sebelum “Crumbling Existence”, Wolfbreath telah merilis album “Disintegrasi” pada awal Maret 2021 lalu.

Dengarkan materi album terbaru di berbagai gerai pemutar musik digital. Sementara keseluruhan rilisan Wolfbreath juga bisa didapatkan di laman Bandcamp. (@mudya_mustamin/MK01)

Susunan lagu:

  1. Intro
  2. Nothing Remains
  3. World Full Of Sin
  4. Pain
  5. Destitute
  6. Pack Of Wolves
  7. Into The Dust
  8. No Courageous
  9. Climb The Ravine
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
lurruh
Read More

LURRUH: Tetap Marah di Lagu “Bilur”

Di lagu terbarunya, Lurruh menyinggung bagaimana manusia sering terlihat kuat dari luar, namun rapuh dan hancur di dalam, dalam kemarahan metallic hardcore.
clownsuffer
Read More

CLOWNSUFFER: Metalcore yang Dingin dan Kelabu

Terjangan kedua dari Clownsuffer telah dilampiaskan. Bertajuk “Unleashed”, yang menggelorakan konsep metalcore yang semakin gelap, agresif dan brutal.
amukredam
Read More

AMUKREDAM: Rasa Muak yang Lebih Agresif

Formasi baru Amukredam telah menghasilkan maxi-single beramunisikan sepasang lagu baru, yang dieksplorasi menjadi jauh lebih agresif dan chaotic.