510: Ide Liar dalam Konflik Spiritual

Layaknya tabir yang tak bisa diterka, 510 selalu memberikan kejutan. Kali ini lagu baru yang semakin eksploratif, sebagai bagian dari amunisi album baru.
510
510

510 terus memanaskan proses kreatifnya menuju perampungan materi album terbaru yang ditargetkan bisa diluncurkan pertengahan tahun depan. 

Kini, hanya berselang sekitar empat bulan sejak merilis lagu “ESA x PERIH” (23 April 2026) yang menghadirkan kolaborasi mereka dengan Vierratale, 510 kembali melepas lagu rilisan tunggal teranyarnya.

Lagu berjudul “Heavy Lies The Crown” tersebut, sekaligus menandai era baru dan elevasi 510 dalam berkarya.

Elevasi merupakan istilah yang menunjukan ketinggian suatu obyek terhadap obyek lain di sekitarnya. Sangat relevan jika dikaitkan dengan kedudukan 510 yang kini melakukan elevasi terhadap mayoritas karya musik di Indonesia.

“Heavy Lies The Crown” merupakan eksplorasi frasa baru dari vokalis Faizal Halim Permana (Ical), bersama gitaris Pras Goldinantara dan bassis Ronal Adrian Nugraha Sitepu dalam rangka penyegaran materi mereka dalam bermusik.

“Lagu ini benar-benar menyatukan ide liar gue, Pras dan Ronal. Di sini kami pengen marah-marah dengan cantik, ada banyak ide baru yang akhirnya kami keluarin di lagu ini,” seru Ical kepada MUSIKERAS.

“Pras dan Ronal akhirnya bermain lebih teknikal tapi nggak ganggu harmonisasi lagunya dan berusaha tetep enak buat dinikmatin.”

Dalam penggarapannya, Ical juga menyebutkan jika kali ini referensi yang mereka dengarkan cukup beragama sebagai inspirasi.

Ia pribadi mengaku masih melahap beberapa rilisan musik metalcore perjuangan yang ia dengarkan sejak dulu, seperti Memphis May Fire, Woe Is Me, Beartooth dan lain-lain.

“Gue, Pras dan Ronal nyatuin berbagai referensi kami masing-masing di lagu ini, pokoknya campur-campur deh. Apalagi nanti udah beres album, tungguin ya… hahaha!”

Spiritual Eksplisit

Tak hanya terdengar keras pada lini musiknya, tetapi juga lugas dalam penyampaian maknanya.

Ical sang vokalis kembali mengisi ruh dalam lagu ini, dengan menuliskan buah pikiran yang eksplisit dalam memaknai perjalanan spiritual manusia.

Ia bercerita tentang pergulatan batin dalam rangkaian pencarian jati diri yang membawa seseorang ke kedalaman konflik spiritual yang kerap dialami manusia.

Ditulis secara puitis namun memendarkan emosi kelam, dihantarkan melalui hantaman keras musik yang disuguhkan gitaris Pras serta bassis Ronal, plus Lalu Damar Wanggih yang mengisi sesi rekaman untuk dram.

Di “Heavy Lies The Crown” ini, Pras juga ikut andil dalam menyumbangkan suara vokalnya. Ia menyuguhkan clean voice, bersanding dengan vokal Ical yang khas. “Pras ngambil beberapa part vokal di chorus. Akhirnya dia nyanyi lagi…,” seru Ical sambil tertawa.

Juga ada sentuhan elemen minor seperti penambahan vokal perempuan di beberapa bagian lagu, menjadi padanan sempurna dalam lagu ini.

Proses kreatif penggarapannya sendiri kurang lebih sama seperti di lagu-lagu 510 sebelumnya. Menurut Ical, tahapannya bermula di melodi vokal, lalu musiknya digarap bersama.

“Mungkin yang bikin beda di single ini, kami pertama kali melakukan drum tracking, dibantu Lalu Damar. Sementara untuk mixing dan mastering dibantu Varis Sechan.”

510

Bait Artistik

Secara bersamaan, 510 juga telah menayangkan “Heavy Lies The Crown” dalam format video musik via kanal YouTube resmi mereka. Sejauh ini, video tersebut telah ditonton sebanyak lebih dari 200.000 kali, sejak awal perilisan.

Bergaya visual medieval, musik video yang disutradarai oleh Andry Bross tersebut menghadirkan karakter badut Jester sebagai tokoh sentral. Yang tentunya, menyiratkan makna yang coba disampaikan oleh 510.

Tak hanya sebagai elemen pelengkap dalam rilisan, musik video ini adalah penggambaran artistik dari tiap bait lirik pada lagu “Heavy Lies The Crown”.

Di sisi lain, komitmen dalam menjaga koneksi emosional dengan para 510squad, sebutan bagi para penggemar mereka, juga dibuktikan melalui lagu ini.

Di bagian akhir lagu, gema suara para pemujanya terdengar riuh. Direkam secara langsung dari panggung ke panggung di berbagai kota di Indonesia. Momen yang menunjukan ikatan rasa yang sangat solid.

“Heavy Lies The Crown” bukan sekedar lagu yang diluncurkan 510 demi memenuhi tuntutan relevansi pasar musik. Lebih humanis, lagu ini merupakan perwujudan sisi emosional dan spiritual manusia yang pelik.

Mewakili setiap teriakan, jeritan, amarah yang hanya terpendam di dalam diri. Melalui lagu ini, band ini mencoba memberikan ruang bagi para pendengarnya untuk melepaskan setiap emosi yang terpendam.

Bahwa kalibrasi diri yang berada pada titik terendah pun harus diungkapkan dan dilepaskan.

Setelah “Heavy Lies The Crown”, trio yang dibentuk di Bandung, Jawa Barat pada 18 Juni 2021 lalu ini berencana akan meluncurkan dua lagu tunggal lagi, sebelum melepas album penuh ketiganya.

Sambil menunggu karya rekaman tersebut, dengarkan lagu-lagu 510 lainnya di berbagai gerai pemutar musik digital. Termasuk di YouTube Music. (@mudya_mustamin/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
superficialist
Read More

SUPERFICIALIST: Konsep Rock yang Tidak Biasa

Menggeliat di era pandemi, superficialist lalu mengalami pergantian formasi hingga akhirnya terbentuk konsep rock unik yang segera terabadikan dalam album.
lurruh
Read More

LURRUH: Tetap Marah di Lagu “Bilur”

Di lagu terbarunya, Lurruh menyinggung bagaimana manusia sering terlihat kuat dari luar, namun rapuh dan hancur di dalam, dalam kemarahan metallic hardcore.