Karena menganggap genre heavy/stoner rock terbilang cukup kolot saat ini, namun sekaligus juga unik, unit rock asal Tasikmalaya ini pun memutuskan menganutnya.
“Unik saja untuk kami kalangan muda. Disamping keunikan dan gaharnya genre satu ini, kami merasa nyaman untuk memainkan, mendengarkan dan berniat terus berkarya dengan membuat lagu mengusung genre heavy/stoner rock. Selain itu, khususnya dari kota asal kami Tasikmalaya, masih terhitung sedikit band yang mengusung genre tersebut,” papar White Hovse kepada MUSIKERAS beralasan.
Dengan modal formula musik tersebut, belum lama ini, White Hovse telah merilis single perdana bertajuk “The Mighty One”, dimana para personelnya – Chandra Maulana Pamungkas (vokal), Gilang Maulana (gitar), Fahmi Alrasyid (gitar), Nizar Bachtiar (bass) dan Muhamad Ropik (dram) – memaksimalkan berbagai referensi dan pengaruh yang mereka serapkan untuk mendapatkan jiwa heavy/stoner rock tersebut.
“Segi musikalitas, lagu ‘The Mighty One’ lebih mengedepankan riff gitar bervariasi dengan sound fuzzy dan alunan bass yang agak berat, juga diikuti dinamika tempo musik yang tetap. Tidak turun naik. Terciptanya lagu tersebut tidak jauh dari referensi band yang cukup sering kami dengarkan, di antaranya Black Sabbath, Kyuss, The Sword, Doctor Smoke, Red Desert, The Slave, Lizzie, Jangar dan masih banyak lagi,” urai mereka lagi, meyakinkan.
Sebelum “The Mighty One” dirilis, sebenarnya ada dua lagu lagi yang sudah dipersiapkan oleh band bentukan 2018 lalu ini. Namun setelah lama mematangkan materi dari setiap lagu yang dibuat tersebut, mereka memutuskan memilih “The Mighty One” sebagai lagu yang paling pas untuk dijadikan single debut.
“Disamping konsep lirik dan instrumennya, pesan dari lagu tersebut bisa dibilang mencakup tema dari lagu-lagu kami yang akan kami rilis nanti.”
Proses awal pembuatan lagu “The Mighty One” dimulai sekitar awal Februari 2020 dan sepakat untuk direkam pada 25 Juni 2020 lalu, di QR Studio, Kota Ciamis. Dengan teknis rekaman multi-track, mereka mengawali ramuannya dari rekaman panduan (guide) gitar dan vokal, lalu disusul dram dan bass sebagai pelengkap instrumen. Terakhir, disusul vokal lagi untuk penyempurna akhir. Proses rekaman tersebut menghabiskan waktu selama kurang lebih lima jam.
“Karena terhalang oleh kesibukan masing-masing personel dan juga kurangnya uang tabungan kami pada saat itu, membuat proses awal sampai akhir rekaman terbilang lumayan memakan waktu yang cukup lama untuk kami sebagai band baru ini.”
“The Mighty One” saat ini bisa didengarkan di berbagai portal digital, di antaranya seperti Spotify, iTunes dan Deezer. Rencana selanjutnya, White Hovse mencanangkan perilisan album mini (EP) dengan tema dan konsep musik yang tidak akan jauh dari single “The Mighty One”. Tentu saja dengan melihat situasi dan kondisi akibat pandemi. (mdy/MK01)
.