Lewat single terbarunya itu, unit rock bernuansa lawas asal Yogyakarta, Klif terpanggil untuk menyatakan keberadaannya, bugar dan menolak tergolek tanpa karya meski pandemi membuat industri dan skena musik di Indonesia babak belur.
Sebelumnya, Klif yang diperkuat formasi Kaka Fajar Permana (bass), Satya Windriya (vokal/gitar), Gabriel Garda (gitar) dan Dennis Eliezer (dram) sempat vakum selama dua tahun. Dan bagi pihak band, kini waktu istirahat itu sudah cukup untuk menabung materi maupun modal agar bisa terus menebarkan karya.
Judul “Call of The Void” sendiri diambil dari bahasa Prancis, ‘La’ appel du Vide’ yang merujuk pada fenomena psikologis. Sederhananya, perasaan yang kerap kali tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Sigmun Freud – seorang bangsa Austria keturunan Yahudi dan pendiri aliran psikoanalisis dalam bidang ilmu psikologi – mendefinisikan ‘panggilan kehampaan’ ini sebagai respon kecemasan ketika seorang individu berhadapan dengan pilihan yang serba mungkin.
Kecemasan itu dipaparkan Klif lewat cerita sederhana: seorang pria di bar tertarik pada perempuan yang sesuai kriterianya. Hasrat berkenalan datang namun terhalang tembok tebal: ketakutan mendapat penolakan. Konsep dunia ideal yang dibangun si pria menjadi tidak berguna ketika ia menikmati konflik berkepanjangan yang membingungkan itu.
“Kami coba memindahkan proyeksi visual itu lewat musik. Misalnya beat cepat merepresentasikan detak jantung sang pria. Sementara riff repetitif semacam illustrasi obyek yang terus berputar di dalam kepala sang pria,” urai Satya, sang vokalis.
Eksekusi perekaman “Call of The Void” dilakukan Klif di Arya Music Production dan Rumah Tua Records. Penataan suara dipercayakan pada Pandu Prasasya dan Sambung Penumbra, lalu ada Sasi Kirono yang memoles proses mixing dan mastering lagu tersebut.
Kali ini, dari segi musikal, bisa dibilang single “Call of the Void” menggabungkan riff dari dua single sebelumnya, yakni “Fancy Lady” dan “Red Cigarette”, yang masing-masing dirilis pada Agustus 2017 dan Juli 2018 lalu. Kali ini, Klif memberikan format nuansa rock lawas dengan karakter instrumen yang sedikit bias di sepanjang lagu.
“Single ‘Call of the Void’ ini terpengaruh dari beberapa band luar seperti Arctic Monkeys, Radio Moscow dan The Strokes. Secara keseluruhan lagu ini kemudian menjadi indikator karakter suara kami pun gambaran besar mengenai album yang akan dirilis,” cetus pihak band kepada MUSIKERAS, menegaskan.
Bicara tentang rencana album, menurut Klif lagi, proses penggarapannya sudah memasuki tahapan mixing dan mastering. Tapi sebelumnya, mereka ingin melempar satu single lagi sebelum merilis albumnya. (aug/MK02)
.