Kisah Horor OCEAN di Balik EP “Nehemyah”

Perjalanan gelap mencekam dari unit metalcore/djent asal Surabaya ini akhirnya bermuara di perilisan album mini (EP) debut bertajuk “Nehemyah”. Sebelumnya, Ocean sudah merapalkan dua single penuntun berjudul “Misguided” dan “Barzakh”. Kini di EP tersebut, ada tambahan tiga trek berjudul “Altercation”, “Remorse” dan “Basilisk”, yang keseluruhan dirilis via label Insting Creative Lab. 

“Nehemyah” sendiri merangkum kisah nyata dari salah satu personel Ocean, yakni vokalis Muhammad Asyiqun Nahdli yang tersesat selama dua tahun, ketika melakukan perjalanan proyeksi astral. Sebuah pengalaman dimana roh atau ‘tubuh astral’ keluar dari tubuh fisik dan lantas melakukan perjalanan ke berbagai tempat atau dimensi lain.

Sebuah fenomena suprantural yang dialami Asyiqun sekitar 12 tahun lalu, dimana ia bertemu semacam roh di sebuah makam raja yang ada di Ciamis. Makam itu berada di tengah danau. Hingga saat Asyiqun pulang, roh tersebut masih mengikutinya dan berusaha untuk berinteraksi, sampai pada saatnya roh tersebut berhasil menguasai tubuh dan menyesatkan jiwa Asyiqun. 

“Pada akhirnya saya dikurung di suatu alam yang sama sekali asing bagi saya, berhari hari, bahkan berbulan-bulan. Saya terus berjalan menyusuri alam tersebut yang tidak ada ujungnya, sampai akhirnya saya bertemu orang-orang yang senasib dengan saya, bahkan mereka terjebak puluhan tahun. Kami berkumpul berusaha mencari jalan keluar bersama-sama. Banyak kepedihan dan tangisan yang kami rasakan, dan pada akhirnya, dari sekitar 40 orang tersebut hanya tiga yang selamat, termasuk saya. Tentu sangat sedih sekali mengingat peristiwa itu, karena dua tahun berjuang bersama, akan tetapi mereka masih terjebak di sana,” tutur Asyiqun kepada MUSIKERAS, mengisahkan pengalaman mistisnya tersebut.

Oh ya, judul “Nehemyah” sendiri diambil dari perjanjian lama di alkitab Kristen. Tokoh ‘Nehemyah’ itu sendiri sangat mirip dengan sosok yang diceritakan di album Ocean, mulai dari karakter, sifat, arogansi, bahkan hampir semuanya mirip dengan kisah yang diangkat.

“Beliau merupakan sosok penting dari salah satu kerajaan yang ada di pulau Jawa, bahkan sepertinya beliau ini sengaja dihilangkan dari sejarah,” cetus … meyakinkan.

Formasi Asyiqun, Arfian Rezkandi Putra (gitar), Moh Arief Febrianto (dram), Eryan Juni Lianto (bass) dan RM Muh Fertino (gitar) memulai penggarapan “Nehemyah” sejak 2018, tatkala menulis single “Misguided”. Lagu itulah yang melahirkan garis benang merah identitas musik Ocean. Empat trek yang lahir setelah “Misguided” menegaskan konsep horor dan dark ambience, serta pola ritmik djent yang merepresentasikan seluruh alur cerita “Nehemyah”.

Sepanjang 2019, Ocean yang sempat menggunakan nama Ocean of Napoleon saat terbentuk pada 2015 silam melakukan proses rekaman dengan alur kerja yang meliputi penyusunan squencer untuk membentuk suasana gelap dan horor yang diinginkan. Setelah itu barulah masuk proses rekaman untuk instrumen lainnya. Teknologi prosesi digital mereka maksimalkan agar produksi lebih cepat, mudah, efektif dalam waktu dan dengan pembiayaan yang terjangkau. 

Namun jika harus memilih, dari lima lagu yang menjadi amunisi “Nehemyah”, para personel Ocean menyebut lagu “Altercation”-lah yang paling memuaskan mereka dari sisi musikalitas keseluruhan. “Karena di lagu tersebut lirik-lirik kebangkitan, pemberontakan dan amarah yang (disampaikan) sangat emosional. Musik dan lirik yang menjiwai sekali.”

Kemasan EP “Nehemyah” sendiri telah dirilis dalam dua versi, yakni digital dan fisik. Untuk distribusi digital, kelima lagu di EP tersebut bisa didapatkan di platform penyedia jasa dengar musik secara digital seperti iTunes, Spotify, Deezer dan Amazon Music. (mdy/MK01) 

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
gabrielle
Read More

GABRIELLE: “Metal Menarik dan Seru!”

Usai terapkan elemen alternative/gothic rock di lagu debutnya, kini Gabrielle ‘pindah alam’ ke ranah metal ekstrem lewat album mini (EP) “Animals”.
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!