MORE THAN HELLENA: “Bisa Dibilang (Kami) Metalcore dengan Sentuhan Modern”

Dengan konsep yang lebih disederhanakan, dimana kecenderungan progressive metal perlahan digiring ke pola-pola metalcore yang lebih mudah dinikmati, unit cadas asal Bali ini melahirkan single terbaru yang bertajuk “Life Cycle”.  

“Bisa dibilang metalcore dengan sentuhan modern. Seperti lagu (band) Northlane di album ‘Mesmer’, Erra serta sentuhan metalcore Wage War, Fit For A King. Sebenarnya untuk referensi musik ini, kami tidak mematok di satu genre saja, tapi ada di luar genre seperti pop, rock dan lain-lain. Berbagai referensi tersebut kemudian kami kemas dengan karakter musik metalcore modern yang kami buat,” cetus pihak More Than Hellena kepada MUSIKERAS, meyakinkan.

Tahun lalu, More Than Hellena yang terbentuk sejak 2014 dan sempat mengibarkan As Daylight Shine sebagai nama band ini, telah merilis sebuah album mini (EP) berjudul “On The War”. Nah, di EP inilah corak progressive metal sedikit mendominasi garapan musiknya. Lewat “Life Cycle”, formasi Suryadinatha (vokal), Krisna Aries Palguna (gitar), Satria Adiguna (gitar), Eka Pastrawan (bass) dan dramer yang baru bergabung, Ari Pramana lantas melakukan perubahan di lini karakter serta tone dari instrumentasi yang mereka buat.

“Memang di single ini kami ingin memulai eksperimen pada tone instrumen musik kami untuk bekal nantinya di penggarapan album pertama kami.” 

Materi musik “Life Cycle” sendiri sebenarnya sudah dikonsep oleh Krisna Aries Palguna sejak akhir tahun lalu. Penggarapannya dimulai pada Februari. Namun ketika muncul pembatasan sosial akibat virus Covid-19, mereka pun menunda penggarapannya. Empat bulan berlalu, selama periode tersebut mereka tetap berkomunikasi lewat aplikasi chat WhatsApp, membahas perkembangan single tersebut. Pada akhir Juni, proses penggodokan single dimulai lagi, dieksekusi di Matilda Record, studio rekaman rumahan milik gitaris Satria Adiguna. Proses tersebut berlangsung hingga Agustus, termasuk ke tahapan penataan suara (mixing dan mastering).

Kandungan lirik di single “Life Cycle” menggambarkan tentang proses dan situasi kehidupan manusia saat ini. Jika diartikan pada umumnya, “Life Cycle” dalam kehidupan manusia itu adalah siklus manusia dari lahirnya manusia ke dunia, kemudian tumbuh dewasa dan akhirnya tua menuju kematian. 

“Namun isi lirik ini dibuat berbeda oleh vokalis kami, Surya, dimana di sini menggambarkan proses dan situasinya. Penggambaran tentang sebuah proses manusia yang ingin hidup sesuai dengan apa yang dipikirkannya namun menemukan sebuah halangan dalam perjalanan hidupnya. Perasaan senang, sedih, penderitaaan, kebahagiaan, tekanan yang luar biasa hingga ingin menyudahi kehidupannya. Namun pada akhirnya situasi tersebut membuatnya mengerti makna dari semua kondisi yang hadir dalam hidupnya dan ingin mencari jalan yang terbaik untuk mencapai tujuan hidupnya.”

Sambil berkonsentrasi pada promosi perilisan single “Life Cycle”, More Than Hellena juga telah mematangkan rencana menuju pembuatan album pertama mereka. Tapi sebelumnya, mereka berencana bakal memanaskannya dengan merilis tiga atau empat lagu dulu sebelum melepas album rekaman penuhnya tahun depan. (aug/MK02)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.