AMEL D: “Inspirasi Musik Saya Datang dari Mimpi.”

Nama solois rock wanita ini, mendadak jadi perhatian luas ketika melepas single bertajuk “I’m Your Rain”. Lagu berlirik Bahasa Inggris tersebut berkibar-kibar di berbagai layanan streaming, lalu diam-diam menerobos hingga ke mancanegara dan menjadi perbincangan banyak media asing. Jika menelusuri info Amel D dan “I’m Your Rain” di mesin pencarian Google, maka akan ditemui deretan panjang ulasan media dalam dan luar negeri tentang Amel dan singlenya tersebut. Dan sejak video liriknya diunggah ke YouTube sekitar 10 bulan lalu, hingga kini penontonnya sudah menembus angka di atas satu juta orang. Luar biasa! 

Siapa Amel D?

Namanya sebenarnya sempat mencoba menapaki industri musik secara profesional sejak 2010 silam, ketika ia – menggunakan nama Amelia Dirhardjo – meluncurkan single bertajuk “To Be One” yang lebih cenderung ke corak jazz. Rupanya, peluncuran lagu itu bukan awal yang bagus buat Amel. Panggilan hati akhirnya menyeretnya ke rock, ranah yang memang sesuai dengan karakter vokalnya. 

Setelah sempat merilis single “Sedih Sendiri” dan “Imanku Bukan Imanmu” (2017), Amel pun memantapkan jalurnya di pentas musik pekak. Ia memaksimalkan potensinya itu di album bertajuk “Revived” yang dirilis pada 2018 lalu, dimana ia melebur berbagai pengaruh genre seperti alternative rock, punk rock hingga metal. Tapi Amel masih menyebut fase itu sebagai pencarian jati diri. 

Nah, barulah di album kedua, “Cross to Hell”, penyanyi kelahiran Jakarta, 13 September 1993 ini merasa benar-benar lebih mantap dengan konsep pilihannya. Selain “I’m Your Rain”, album ini di antaranya juga memuat lagu “Hype of The Heaven”, “Notice Me”, “Phantom Forhead”, “Sky of You”, “My Dimension Collapsed” serta yang terbaru, trek bonus berjudul “On Back Down”.

Penggarapan single-single yang termuat di “Cross to Hell” tersebut, secara keseluruhan menghabiskan waktu sekitar delapan hingga sembilan bulan. Amel beserta tim produksi musiknya, yakni Agie Marexta, Dann Raymond, Idris Kevlar, Firdaus Munthe dan Heidi Walter mengeksekusi rekamannya di studio pribadi bernama Skyburg Asia yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat.

Rada unik, referensi musik Amel ketika menggarap “Cross to Hell” tersebut. Kepada MUSIKERAS, ia bahkan menyebutnya sedikit ‘nyeleneh’, karena sebagian besar lagu dalam album itu berasal dari nada-nada yang datang dari sebuah mimpi. 

“Tidak jelas bagaimana cara musik itu datang,” cetus Amel berusaha meyakinkan. “Namun hingga saat ini, (saya) masih sering memimpikan binatang jenis eksotik seperti naga, banteng, harimau dan sebagainya, yang kadang dapat berbicara dan bernyanyi. Dari nyanyian tersebut, saya beserta tim produksi mengembangkan sedikit demi sedikit nadanya dan mengolahnya bersama-sama. Mungkin ini yang disebut dengan inspirasi musik, beragam macam, datang dari berbagai cara.”

Namun jika harus menyebut band-band yang banyak menginspirasinya, Amel memilih Apocalyptica, band symphonic metal asal Finlandia. Di mata Amel, musiknya memberikan nuansa ‘rock-sadness’. “Atau band yang menurut saya menggambarkan nuansa musik Cinematic.”

Band lainnya adalah Linkin Park. Alasannya, karena konsep nu-metal merupakan racikan utama musik Amel saat ini. Sebagai patokan utama bagi tim produksi Amel untuk dikembangkan. “Karena saya sendiri mempunyai sedikit kemampuan bernyanyi cepat (rap), walau hingga saat ini, belum terpikirkan wacana untuk duet atau berkolaborasi dengan penyanyi-penyanyi ber-genre hip-hop/rapper. Mungkin ke depannya, di album ketiga, saya dan tim musik dapat mempertimbangkan untuk melakukannya.”

Ada beberapa lagu di “Cross to Hell” yang menurut Amel, lumayan membanggakan dirinya dari segi produksi. Di lagu “On Back Down” misalnya, ia sampai melibatkan tiga orang pengarah musik serta dua orang aranjer. Lalu di “Phantom Forehead”, Amel harus bernyanyi cepat a la rap. Dan yang terakhir, tentunya lagu “I’m Your Rain”.

“‘I’m Your Rain’ adalah single pertama waktu ‘Cross To Hell’ launching, walau statusnya (waktu itu) masih demo. Pada periode Januari-Maret sukses merebut pasar internasional. Baik covering dari musisi musisi asing, hingga tembus media asing dengan highlight news ‘Asian Rock Singer’,” beber Amel bangga.

Setelah “Cross to Hell”, saat ini Amel sudah mulai mengarahkan konsentrasi ke penggarapan album ketiganya, yang bakal diberi judul “Survivor”. Rencananya dirilis tahun depan dan bakal tetap mengedepankan konsep alternative rock. (mdy/MK01)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *