THE SUN GOES DOWN: “Kami Berimprovisasi, Emo Bukan Sekadar Emosi.”

Unit alternative/emo rock asal Mojokerto, Jawa Timur ini tengah memanaskan persiapan perilisan album penuh debutnya. Tapi sebelum mendentangkan gongnya, mereka sekali lagi menguatkan sinyal ancang-ancang peluncurannya lewat single baru bertajuk “Querencia”. Sebelumnya, tiga single berjudul “Poison”, “Brighter Days” dan “Our Heart” juga telah diperdengarkan oleh The Sun Goes Down (TSGD) untuk menancapkan eksistensinya di skena independen Tanah Air. 

Sejauh ini, proses produksi materi album penuh tersebut sudah mendekati titik rampung, hanya menyisakan tahapan post-production yang dilakukan secara mandiri oleh TSGD. Penataan aransemen, pemolesan mixing dan mastering dipercayakan kepada dramer Winaldy Senna, lirik kepada vokalis Krisno Suwono, persiapan produksi oleh gitaris Dhani Rahardian dan bassis Farusma Okta Verdian di kursi co-producer.

“Secara konsep, di titik awal kami tidak pernah mematenkan konsep harus ‘A’  atau ‘B’,” beber pihak band kepada MUSIKERAS, membahas formula musik di album debut mereka.

“Namun dalam berjalannya proses pembuatan di album, kami menemukan benang merah albumnya. Dari segi musikal, kami mengemasnya dalam rhythm section yang ‘tight’, dengan rancangan sound hi-gain, dan cukup variatif. Ada beberapa sentuhan orkestra yang sesekali mengingatkan kita tentang komposisi klasik. Dan secara setlist album atau konstruksi musik di beberapa lagu pun kami beri beberapa kejutan yang mungkin terkesan out-of-the-case. Namun tetap menjadi unsur diri kami.” 

Ruang gerak musikal mereka yang berada di sekitaran paham alternative/emo rock diakui TSGD terjadi secara tidak sengaja dan apa adanya. Apalagi, referensi dari para personel band bentukan 2017 lalu ini pun awalnya berbeda. 

“Namun secara garis besar, kami semua suka dan mengalami masa awal kejayaan alternative/emo rock. Namun di beberapa hal, kami juga beranggapan bahwa emo bukan hanya tentang perasaan hati yang hancur dan style berpenampilan, dalam beberapa lagu juga kami berusaha untuk sedikit berimprovisasi bahwa emo adalah tentang emosi atau luapan perasaan yang mendalam, dalam hal lain selain hanya tentang kesedihan. Untuk referensi secara teknis produksi dan musikal, kami mengacu ke Periphery, David Maxim Micic, Nothing Nowhere, Movements, Citizen, Saosin dan lain-lain.”

“Querencia” sudah bisa didengarkan di berbagai paltform digital. Sementara untuk jadwal perilisan album, TSGD berjanji akan segera mengumumkannya di akun media sosial resmi mereka dalam waktu dekat. (mdy/MK01)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!
rahasia intelijen
Read More

RAHASIA INTELIJEN: Berharap Bisa Merilis EP

Unit metal alternatif Jakarta, Rahasia Intelijen akhirnya menguak kasus baru lagi, lewat lagu berlirik tajam, tentang narasi religius yang berlumuran darah.
hellcrust
Read More

Ini Perbedaan HELLCRUST dan DARKSOVLS

Bangun dari hibernasi, Hellcrust rilis lagu terbaru, “Rekonstruksi Kerak Neraka”. Tapi yang mengejutkan, kali ini formasinya sama persis dengan Darksovls!
splitfire
Read More

SPLITFIRE: Dari Club/Cafe ke Panggung Rekaman

Kenyang manggung di berbagai cafe dan club di Indonesia, bahkan hingga ke kawasan Asia Tenggara, kini Splitfire makin mantap selami industri musik rekaman.