ROCKGENIC Lanjutkan Semangat IDIOT BOX Lewat “Kembali Terang”

Rock kembali berusaha digairahkan kelompok musisi yang berbasis di Bandung ini. Tepatnya, ramuan Rockgenic terbentuk dari bauran classic rock dan alternative rock. Hasil finalnya bisa didengarkan di album “Kembali Terang” yang telah mereka rilis.

“Dalam perjalanan musik, kami suka memainkan lagu-lagu classic rock dan alternative rock. Secara konsep, Rockgenic menggabungkan keduanya. Setiap personel diberi kebebasan untuk explore, sehingga, aransemen Rockgenic, khususnya di album ‘Kembali Terang’ banyak sentuhan dari dua sub-genre tersebut. Tujuannya membuat cita rasa rock yang berbeda,” beber pihak band kepada MUSIKERAS, mengungkapkan.

“Kembali Terang” sendiri, digarap formasi Trian Triana (vokal), Muhamad Gunarwan (gitar), Ery herliawan (bass) dan Gilang Prasetia Wibawa (dram) sejak awal 2020 lalu. Mereka menjalaninya dengan berbagai keterbatasan, lantaran fasilitas studio yang mereka bangun sendiri masih belum komplit.

“Kami mendirikan studio sendiri, di basecamp yang berlokasi di Kompleks Bumi Panyileukan. Saat itu, studio rekaman baru dibangun, dan perlengkapan studio belum komplit. Walau begitu, proses rekaman terus dilakukan secara bertahap. Prosesnya hampir memakan waktu satu tahun, karena sempat terhenti hampir empat bulan saat lockdown di masa pandemi ini.”

Oh ya, Rockgenic sebenarnya tidak sepenuhnya band baru. Bisa dibilang, grup musik ini lahir dari hasil reinkarnasi band sebelumnya, Idiot Box yang mulai menggeliat pada 1997 silam. Di era awalnya, Idiot Box yang dihuni Trian, Gun, Ery serta dramer Yudi banyak bergerilya menjelajahi pentas kampus dan berbagai event lokal dengan menggaungkan pesan-pesan provokatif milik Parade of Loser (POL). Setelah sukses dirasuki oleh lirik-lirik dari POL tersebut, mereka mulai berani meramu konsep sendiri dengan mengombinasikan elemen rock, punk serta hardcore.

Dalam perjalanannya, Idiot Box berhasil melahirkan karya rekaman album berjudul “Whatever I Am” (1999). Sempat pula terlibat di dua album kompilasi pada tahun 2000, yakni “Free Style 2” dan “Just Another Hard Core Scene”. Setahun kemudian, single mereka yang bertittal “Radiasi Lamban” termuat pula di album kompilasi “Hard Core Indonesia” (2001), rilisan Rotorcorps dan Musica.

Tak lama setelahnya, Yudi memutuskan mundur dan membuat Idiot Box sempat berjalan dengan dramer berganti-ganti. Bongkar pasang itu membuat Idiot Box frustrasi hingga mati suri untuk beberapa tahun. Ditambah lagi, sahabat karib mereka yang mengusulkan nama Idiot Box meninggal dunia. 

Walau begitu, tiga personel yang tersisa tetap berikrar bahwa suatu saat Idiot Box akan bangkit lagi. Saat Gilang Prasetia Wibawa bergabung pada 2008, Idiot Box pun bangkit dan mulai mencari tantangan baru dengan melakukan perubahan konsep. Karya-karya yang sempat terkubur lalu didaur ulang, disesuaikan dengan konsep musik mereka saat ini. Diawali lewat single berjudul “Takkan Hilang” yang termuat di album kompilasi “Fade In Fade Out” (2010), kali ini sudah dengan nama baru, Rockgenic.

“Akhirnya, kami memutuskan untuk move on, melakukan refresh, dengan mengganti konsep musik dan nama band.” (mdy/MK01)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *