Dari Pontianak, FEAR AGONY Tebar Wabah Metalcore yang Progresif

Berbekal konsep matang, unit metalcore asal Pontianak, Kalimantan Barat ini akhirnya meletuskan karya rekaman pertamanya. Single bertajuk “Eternal Messenger” tersebut digeber dengan menerapkan konsep melodic metalcore yang lebih progresif.

Lebih jauh, Fear Agony yang dihuni formasi Rivaldy Adhitama (vokal), Dwi ‘Asenk’ Anggara (gitar), Ryan ‘Bagus’ Sugiarto (bass/vokal) dan Andy Susanto (dram) mengaku menggabungkan pondasi metalcore dengan berbagai elemen serta groove yang sedikit banyak terpengaruh dari beberapa band dunia seperti Erra, Veil Of Maya, Fit For A King, After The Burial, Misery Signal serta Born of Osiris.

Kenapa memilih metalcore? 

“Karena menurut kami metalcore itu mempunyai ciri khas musik yang sangat berbeda dibanding musik lain. Tidak terlalu monoton. Istimewanya bagi kami, metalcore (juga) mempunyai karakter sound yang berbeda dan lebih terkonsep,” beber personel Fear Agony kepada MUSIKERAS.

“Eternal Messenger” sendiri digarap Fear Agony di tengah pandemi Covid-19. Mereka memberanikan diri untuk melakukan sesi rekaman tersebut pada Agustus 2020 lalu. Waktu yang dihabiskan untuk mengeksekusi rekamannya terbilang cukup lama karena efek dari pandemi. Hingga pada November 2020, akhirnya mereka berhasil meluncurkan “Eternal Messenger” ke berbagai platform digital.

Langkah berikutnya, usai melampiaskan kreativitasnya di single “Eternal Messenger”, adalah menyiapkan materi single-single berikutnya. Bahkan sejauh ini, Fear Agony yang terbentuk pada 2018 lalu ini telah mengantongi delapan lagu yang belum sempat direkam. Pasalnya, sebelumnya sempat terjadi beberapa kali pergantian personel dan bahkan membuat band ini harus vakum. (aug/MK02)

.

1 comment
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
rascal
Read More

RASCAL: Unjuk Gigi di EP “Heaven Shall Burn”

Usai perkenalan dan pemanasan di lagu “In Mourning”, Rascal melesatkan album mini (EP) debutnya, “Heaven Shall Burn” yang sarat kekerasan metallic hardcore.
pitfall
Read More

PITFALL: Nyawa Baru Usai Hibernasi

Usai masa hiatus yang berlangsung lebih dari satu dekade, Pitfall akhirnya meraung lagi lewat rilisan maxi-single, pemanasan menuju perilisan album mini (EP).
klacht
Read More

KLACHT: Sedang Memproduksi Dendam

Rilisan tunggal “Tak Logis” menandai persiapan Klacht menuju peluncuran album mini (EP) terbarunya yang sarat racikan hardcore punk, post-punk hingga shoegaze.
gutter cvlt
Read More

GUTTER CVLT: Kebrutalan yang Tertunda

Tertunda sejak 2020 lalu, akhirnya album debut Gutter Cvlt berhasil dirilis resmi, yang gabungkan agresivitas death grind dengan atmosfer kelam black metal.