Baru terbentuk pada September 2020 lalu, tapi unit crossover thrash metal asal Bandung, Jawa Barat ini tidak setengah-setengah melecut karirnya. Mereka telah merilis tiga lagu dalam paket bertajuk “Demo 2020” pada 11 Desember 2020 lalu dan setelah itu telah diniatkan langsung tancap gas menggodok materi album tahun depan.
Saat ini album tersebut masih dalam tahap menggarapan materi, karena sebelum merilis demo, Iron Voltage sebenarnya sudah menyiapkan 5-6 amunisi lagu. “Jadi mungkin sisanya tinggal beberapa materi yang harus kami kerjakan sampai siap untuk masuk studio rekaman,” urai pihak band kepada MUSIKERAS, memberi bocoran.
Tiga lagu yang terkemas di “Demo 2020” yakni “Power Mad”, “Enslave Warfare” dan “Wasted to Death” direkam Edy Haryanto (vokal), Yowdi Santiar (gitar), Reyga Adi Glatira (gitar), Eka Nurzaman (bass) dan Fachmi ‘Amy’ Maulana (dram) di studio rumahan Twenty DB. Tapi proses awalnya sudah dimulai sejak sebulan sebelum terbentuk, saat formasi Iron Voltage belum lengkap. Namun tak lama, tepatnya pada pertengahan September, formasi Iron Voltage pun sempurna. Jadi jika ditotalkan, “Demo 2020” digarap selama kurang lebih lima bulan.
“Untuk kendalanya, ya salah satunya yang tadi, belum lengkapnya personel di saat rekaman. Karena (kami) nekat aja. Dan kendala kedua kesulitannya mendapatkan karakter sound yang diinginkan. Beberapa kali revisi sound dan riff. Selengkapnya, kami enjoy mengerjakannya, karena dari segi lirik, musik, dan produksi kami mengerjakannya bersama-sama.”
Dari segi musikal, Iron Voltage mendeskripsikan konsep musiknya di “Demo 2020” sebagai karya beringas yang sangat mengacu pada karakter old school thrash metal dari era awal Exodus, salah satu band thrash metal legendaris dari Amerika Serikat. Cirinya sangat menonjolkan suara yang deep, permainan gitar yang padat dan ketat, serta penerapan vokal yang berefek reverb.
“Musik kami juga terpengaruh beberapa band seperti Cro-Mags, Leeway, Prong hingga Voivod, serta beberapa band old school death metal seperti Dismember, Entombed dan Obituary. Kami sangat menyukai band-band yang kami sebutkan tadi, (jadi) kemungkinan berefek sangat besar dan sangat mempengaruhi musik Iron Voltage sendiri. Dan riff-riff yang kami mainkan pun tidak luput dari pengaruh sang akar thrash metal Metallica di era (album) ‘Kill ‘Em All’ yang ngebut dengan campuran heavy metal dan punk.”
Selain dirilis dalam format fisik, “Demo 2020” juga bisa didengarkan melalui berbagai platform dengar musik digital seperti Spotify, iTunes, YouTube Music, Deezer, Bandcamp serta Amazon Music. (mdy/MK01)
.