Karena niat awalnya Erakrama memang dibentuk sebagai ‘proyek onani’, maka para personel unit hardcore punk asal Jakarta ini tidak begitu peduli dengan tenggat waktu. Tak heran, single debut mereka, “Nusantarat” yang telah diperdengarkan sejak November 2020 lalu membutuhkan waktu yang sangat lentur dalam penggarapannya. Hampir setahun… untuk sebuah komposisi ngebut yang hanya berdurasi 1 menit 50 detik.
Para personelnya, yakni Lioni Pusponegoro a.k.a. Oni (bass), Gihon Panjaitan (dram), Daniel Arif Tausanda (gitar) dan Rocky Martin Napitupulu a.k.a. Ucok (vokal) mulai menggodoknya sekitar awal Februari 2020 lalu, dan matang sekitar pertengahan 2020. Lagu yang liriknya dibuat oleh Gihon tersebut direkam di dua studio berbeda, untuk kebutuhan-kebutuhan yang berbeda pula.
“Lebih ke arah eksperimen sih, untuk mencari komposisi-komposisi yang pas. Guide-nya dibuat di kamar kos Gihon, vokal dan bass di Mamokiak Studio, Tebet dan dram di RekamKamar Studio, Klender,” tutur pihak band kepada MUSIKERAS, beralasan.
Hasilnya adalah sebuah konsep musik yang tegas menghantam, tanpa basa-basi. Memadukan entakan, teriakan, tempo yang cepat serta tensi yang tinggi. “Kurang dari dua menit kami mencoba untuk tidak memberi kesempatan pada siapa pun yang mendengar untuk berpaling. Ketenangan bukan hal yang kami janjikan melalui ‘Nusantarat’ ini. Harapan kami justru melalui lagu ini bisa memicu semangat perlawanan bagi yang mendengarkan!”
Lalu apa makna dari judul “Nusantarat” itu sendiri?
Erakrama menyebut judul tersebut berasal dari dua kata, yaitu ‘Nusantara’ dan ‘keparat’. “Sekeparat itulah sampai kami tak sampai hati untuk menyebut ‘Indonesia’,” seru mereka blak-blakan.
Tujuh pemimpin negara, menurut Erakrama, pusaran permasalahannya melulu masih soal perang suku, agama, ras, perebutan tahta kekuasaan, kandidat-kandidat yang mewakili rakyat yang ternyata cacat serta hiruk pikuk serupa lainnya.
“Hampir tujuh dekade kita ‘diperdaya’ bangsa. (Lagu) ’Nusantarat’ diharapkan bisa menjadi penghantar refleksi diri, penghantar pelampiasan emosi. Setidak-tidaknya menyadarkan kita, bahwa lingkungan sekitar kita ternyata ‘sedang’ atau bahkan ‘masih’ tidak baik-baik saja.”
Setelah perilisan “Nusantarat”, Erakrama yang dibentuk sejak Juni 2019 oleh mahasiswa Ilmu Hukum dari Unika Atma Jaya Jakarta ini langsung mempersiapkan peluncuran single kedua mereka secara digital. Rencananya dilepas pada Januari 2021. Lalu juga ada beberapa materi baru lagi yang nantinya dicanangkan bisa meramaikan album pendek (EP) debut mereka. (aug/MK02)
.