Ada Sentuhan Semi-Orkestra di Single Terbaru ALISIUM

Akhir 2020 lalu, Alisium telah meluncurkan single keduanya berjudul “Beranjak” yang sudah bisa disimak melalui berbagai platform digital seperti  Spotify, Apple Music, iTunes, Deezer, dan lain-lain. Sebelumnya, unit alternative rock bentukan awal 2018 lalu ini juga sudah menancapkan eksistensinya lewat single debut bertajuk “Stranger’s” yang dirilis pada pertengahan 2019 lalu.

Para personel Alisium; Ariq Yuda Prasetya (kibord/sequencer), Daffa Ardityo a.k.a. Tyo (gitar/vokal latar), M. Wahyu (bass), Melinda Lidia Sari (vokal) dan Nasikh Parhandhito a.k.a. Dhito (dram) menggarap aransemen “Beranjak” dengan pendekatan semi orkestra, yang dipadukan dengan distorsi padat pada gitar. 

Dari sisi lirik, “Beranjak” didasari latar belakang pengalaman yang kelam, depresi serta kesepian yang dialami seseorang. Menurut pihak band, lagu mereka tersebut bercerita tentang usaha menghapus kesedihan, kesepian, dan kekhawatiran yang terjadi pada seseorang, karena setiap langkah dan kejadian pasti ada orang terdekat yang akan menemani untuk terus bergerak maju dan tidak tenggelam dalam keterpurukan, sampai perasaan takut dan sedih pada diri pun kembali berubah menjadi bahagia.

Produksi “Beranjak” mulai digarap Alisium sejak Maret 2020 dan sempat tertunda karena dampak dari pandemi yang mengharuskan setiap personel untuk menetap di daerah asalnya masing-masing. Kemudian, proses kreatif kembali dilanjutkan secara virtual pada Juni 2020 dan baru memulai proses latihan secara bersama pada pertengahan Oktober 2020.  Selanjutnya memasuki tahap rekaman pada awal November 2020 di Funhouse Studio, Bandung dengan bantuan Toteng (gitaris Forgotten) sebagai engineer, lalu dilanjutkan prosesi penataan mixing dan mastering oleh Canggar Krisnatry dari Borland Audiolab.

Dari segi musikal, Alisium mengakui kali ini mencoba konsep yang lebih ‘ringan’, sehingga diharapkan bisa melebarkan pangsa pendengarnya. 

“Single ‘Beranjak’ mengusung genre alt-rock dan metalcore, dengan sedikit sentuhan strings ala orkestra dan notasi vokal yang mudah diingat. Kami banyak mendapat referensi dari band-band metalcore terkenal seperti Polaris, Avenged Sevenfold dan Architects. Lirik di single ‘Beranjak’ juga kami kemas dalam bahasa Indonesia agar lebih mudah dihafal oleh pendengar dari dalam negeri,” urai Asilium kepada MUSIKERAS, memperjelas.

Usai merilis “Beranjak”, Alisium yang sempat menggunakan nama Rum Raisins di awal karirnya ini akan segera menyiapkan materi album mini (EP). Saat ini sudah memasuki tahapan penentuan konsep serta pengumpulan materi-materi lagunya. (aug/MK02)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *