EP “Rock Petaka” WORSHIP Terapkan Stoner Rock yang Lebar

Kemasan sound lawas namun dengan pendekatan distorsi modern yang menonjolkan karakter sound gitar khas menjadi target utama unit stoner rock/heavy rock asal Bekasi, Jawa Barat ini. Formula itu yang mereka tuangkan di single bertajuk “Mesin Waktu”, atau secara luas di album mini (EP) “Rock Petaka”, yang dirilis pada 8 Januari 2020.

Selain itu, tuturan lirik juga dibuat singable, artinya mampu membuat orang lebih mudah menyanyikannya sambil menikmati alunan distorsi. Para personelnya; Fajrin Nitipraja (vokal), Adrel Jatnika (gitar), Qory Ariyanto (dram) dan Aulia Panji (bass) mengambil inspirasi lirik dari sebuah sinetron bertema religi yang pernah tayang pada periode akhir ‘90an akhir di salah satu televisi nasional. 

Lirik “Mesin Waktu” khususnya, menurut Worship, ditulis berdasarkan perbandingan norma-norma dan nilai-nilai kehidupan yang berlaku, yang berbanding terbalik dengan perkembangan teknologi saat ini yang tidak terbendung media sosial lumrah dengan segala gimmick yang terbentuk sehingga membentuk stigma buruk dan citra negatif sendiri kepada pelakunya. Menghalalkan segala cara demi mencapai kepuasan hingga virus ketenaran. 

Proses kreatif penggarapan “Mesin Waktu” sendiri dilakukan secara paralel dengan materi lain dari EP “Rock Petaka”. Keseluruhan diproses lewat tahapan brainstorming, dengan mengakali keterbatasan waktu pertemuan akibat pandemi. 

“Tetapi dalam proses penggarapan guide musik, Fajrin dan Adrel melakukannya di studio pribadi milik Adrel. Setelah selesai kami lempar ke grup untuk mendiskusikan apa yang telah kami kerjakan. Di proses rekaman, semua personel memberikan ide kreatif untuk mendeskripsikan kualitas sound agar related dengan musik yang kami suguhkan,” urai Worship kepada MUSIKERAS.

Di “Rock Petaka”, Worship yang baru terbentuk pada 2019 lalu ini mengarahkan benang merah musiknya ke penyilangan unsur stoner dan blues rock sebagai bumbu. Tetapi di sisi lain, mereka menegaskan bahwa jenis musik Worship adalah ‘stonerock’. Namun karena latar belakang Fajrin dan Adreal yang masing-masing pernah tergabung di band penganut paham metal ekstrim, jadi sedikit banyak keduanya membutuhkan visualisasi sound gitar yang lebar, tebal dan kasar.

“Itu yang masih kami coba referensikan sedikit-sedikit ke Worship. Untuk referensi (secara umum) kami mengambil beberapa band luar dan lokal seperti Red Fang, Kyuss, Black Sabbath, Fu Manchu, Komunal dan Seringai.”

Selain “Mesin Waktu”, EP “Rock Petaka” juga memuat komposisi berbahaya lainnya seperti “Tony Hoax” dan “Rock Petaka”. (mdy/MK01)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.
threatened
Read More

THREATENED: Kini Lebih Agresif dan Liar

Di lagu rilisan terbarunya, “Nirasa”, Threatened memutuskan merancang ulang identitasnya, termasuk formula musiknya yang kini lebih berat dan gelap.