“KXMA” dan ‘New Wave Metal’ Versi ESOTERIC REVELATION

Band asal Jakarta Timur ini dengan tegas menggariskan olahan musiknya dengan istilah ‘new wave metal’ yang terdengar sangar, sekaligus segar. Lewat single debut bertajuk “KXMA” yang telah diluncurkan sejak pertengahan Desember 2020 lalu, konsep itu mereka letupkan ke skena musik ‘bawah tanah’ Nusantara.

Apa yang mereka maksud dengan ‘new wave metal’?

New wave sebenarnya hanya penafsiran kami sendiri,” seru Esoteric Revelation kepada MUSIKERAS, menandaskan. “Sebenarnya kami mau menampilkan musik yang easy listening, tetapi tetap cadas serta tidak melupakan untuk menyampaikan pesan yang ingin kami sampaikan secara gamblang tetapi tidak frontal. Kurang lebih seperti itu.”

Lebih jauh, lewat “KXMA”, band yang terbentuk sejak April 2020 ini mengungkapkan mereka membuat musiknya tersebut dari berbagai genre, yang benar-benar menyatukan isi pikiran lalu dituangkan ke dalam lagu. Para personelnya, Hendro Prasetyo Wibisono (vokal), Agil Asyahtiri (gitar), Panji Aryo Wicaksono (bass) dan Herru Setiawan (dram) tidak mau terpaku pada satu band yang menjadi sumber influence utama atau pun genre tertentu. Jadi ‘new wave’ dalam kamus Esoteric Revelation pengertiannya kurang lebih berusaha menghasilkan formula metal yang fleksibel. 

“Kalo referensi, kami dengerin berbagai genre mulai dari deathcore, nu metal, metalcore, pop, electronic music, trapt, dubstep, atau neurobass. Jadi global aja gitu, cuma benang merahnya tetep musik keras,” seru pihak band menegaskan.

Proses pengolahan “KXMA” sendiri dieksekusi Esoteric Revelation di beberapa studio. Saat mengawali pre-production, mereka membahasnya di Pureless Record di kawasan Condet, Jakarta Timur. Kebetulan studio tersebut milik Agil, gitaris Esoteric Revelation. Di situlah berlangsung proses briefing, membuat isian gitar awal, mencari sample, lalu tukar pikiran sampai membuat keputusan final. 

“Setelah fix, kami mendapatkan ramuan yang pas dan cocok kami lempar produksinya ke Soundpole Studio di Bintaro, studio milik Wisnu Ikhsantama, produser Hindia, Glaskaca, Reality Club. Di sana dilakukan proses tracking untuk gitar, vokal dan bass yang lebih profesional dari segi teknis, sekaligus mengeksekusi olahan mixing materi lagunya. Untuk proses mastering, kami lempar lagi ke Lance Prenc di Prenc Audio, Australia. Untuk sampling techno audio, kami dibantu oleh Shafa Abdilah (@itsmealby7) yang membuat musik kami menjadi manis dan lebih berwarna.”

Setelah perilisan “KXMA”, dalam waktu dekat Esoteric Revelation bakal segera menggarap proses untuk single kedua, sambil menjalani promo single pertama. (aug/MK02)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!
rahasia intelijen
Read More

RAHASIA INTELIJEN: Berharap Bisa Merilis EP

Unit metal alternatif Jakarta, Rahasia Intelijen akhirnya menguak kasus baru lagi, lewat lagu berlirik tajam, tentang narasi religius yang berlumuran darah.