ANGRY RETARDS: “Hardcore Punk Adalah Kebebasan Berekspresi.”

Tujuh tahun mendinginkan mesin rupanya tidak membuat pejuang hardcore punk asal Jakarta Selatan ini terjebak karat. Tidak butuh waktu lama melakukan inreyen, memunculkan lagi gesekan-gesekan api kreativitas untuk mengejar akselerasi yang diinginkan. Hanya dalam kurun waktu kurang lebih tujuh bulan, sebuah album penuh bertajuk “Pissed” berhasil dieksekusi dan diletupkan ke skena cadas via Lawless Records. 

“Setelah kami sepakat untuk aktif kembali setelah tujuh tahun vakum, proses kreatif dalam pengerjaan materi album ‘Pissed’ ini tidaklah terlalu rumit,” sembur pihak band kepada MUSIKERAS, semangat.

Prosesnya langsung mengarah ke perancangan program latihan, lalu pengumpulan materi lagu, dilanjutkan diskusi seputar ide tema lagu dan lirik serta berbagi referensi musik dari band-band yang menjadi pengaruh besar untuk album “Pissed”.

“Semua ini kami kerjakan secara matang dan tidak begitu memakan waktu yang cukup lama. Kami hanya membutuhkan waktu sekitar tujuh bulan untuk menyelesaikan materi-materi, dari pengumpulan materi lagu sampai proses rekaman. Dan kami tidak mengalami kesulitan dalam membangun kembali chemistry setelah hiatus yang cukup lama.”

Penggodokan rekaman “Pissed” dilakukan Argo Pambudi (vokal), Rezza Satrio Nirbito (gitar/vokal), A.M Nur Indra (gitar/vokal), Budi Haryanto (bass) dan Muhammad Syarif (dram) di Plug Home Studio dengan bantuan pengolah teknis Gema Randita Pasha, yang sebelumnya pernah menangani teknis rekaman album milik Hurt’Em, Busuk dan Godplant. Sementara untuk ilustrasi sampul depan album yang bergaya komik Amerika, Angry Retards mempercayakannya kepada Reyandi Mardian.

Sejak terbentuk pertama kali pada Desember 2004 silam, punk rock dengan sikap agresif hardcore yang cepat dan padat telah menjadi nadi geberan musik Angry Retards. Olahannya tidak jauh-jauh dari karya-karya berbahaya milik band-band dunia panutan mereka seperti The Unseen, Anti-Flag, Self Destruct hingga The Virus. 

Di mata para personelnya, hardcore punk bisa memberikan mereka ruang untuk bebas berekspresi, bebas menyampaikan pendapat, kegelisahan dan amarah. “Yang bisa kami mainkan secara agresif, cepat dan padat. Dan yang menjadikannya istimewa adalah kami tidak perlu lick, riff, atau pattern yang rumit untuk bisa menciptakan musik yang kami inginkan tanpa harus mengurangi estika musik itu sendiri,” cetus Angry Retards meyakinkan.

Ada 10 komposisi agresif meledak-ledak yang menjadi amunisi “Pissed”, termasuk single pendobrak berjudul “Back From the Dead”. Sebelum “Pissed” yang diedarkan dalam format fisik (CD) sejak 28 Desember 2020 lalu, Angry Retards juga tercatat pernah merilis album debut “Comes With A Vengeance” pada 2004, lalu sebuah album pendek (EP) bertitel “Shrapnel Scars” pada 2013. (mdy/MK01)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.
threatened
Read More

THREATENED: Kini Lebih Agresif dan Liar

Di lagu rilisan terbarunya, “Nirasa”, Threatened memutuskan merancang ulang identitasnya, termasuk formula musiknya yang kini lebih berat dan gelap.