OMBAK: “Terima Kasih Young Offender!”

Jika tak ada tawaran untuk terlibat di sebuah album kompilasi dari “Young Offender”, mungkin unit alternative rock asal Jakarta ini tak pernah menapakkan karirnya lagi di skena musik independen Tanah Air. Adalah Ondy Rusdy dari band Submission, yang juga pencetus komunitas punk dan alternatif pertama di Indonesia, Young Offender yang menghubungi personel Ombak untuk terlibat di album kompilasi tersebut.

Ada 19 band yang bakal menjadi amunisi kompilasi “Young Offender” tersebut, termasuk Ombak. Band yang kini dihuni formasi Aga Prananda (gitar), Erry Silalahi (vokal), Sam Alatas (bass) dan Rana Judishtira (dram) ini merupakan salah satu pelaku skena musik alternatif era ‘90an yang telah tertidur cukup lama. Menggeliat sejak 1997, perjalanannya beberapa kali diterpa kevakuman, hingga hari ini, dimana akhirnya mereka bisa merilis sebuah single debut yang juga bertajuk “Ombak”.  

“Ombak” sendiri pun, sebenarnya merupakan karya rekaman lama yang baru kesampaian dirilis secara resmi pada November 2020 lalu via label Kana Musik & Believe Distributions. Menurut uraian pihak band kepada MUSIKERAS, “Ombak” persisnya direkam pada 2001 silam, lalu tersimpan selama dua dekade tanpa sempat diperdengarkan ke publik secara resmi. 

“Jadi Ombak mau terima kasih banget sama Ondy dan teman-teman dari Young Offender yang sudah kasih kesempatan untuk ikutan dalam album kompilasi. Sebab kalau tidak ada tawaran tersebut, mungkin rekaman ‘Ombak’ hanya menjadi simpanan kami sendiri saja,” ujar Ombak mengakui.

Ide dasar lagu “Ombak” ditulis sekitar 1997 oleh Aga, dan Rana yang membuat alur bass-nya. Era itu, para personel Ombak biasanya memang berkumpul di rumah Aga. Lalu mereka merekamnya di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, di sebuah studio milik teman mereka yang bernama Erwin Abeng. Prosesnya cukup cepat, hanya satu shift (6 jam), mulai take rekaman hingga pemolesan mixing. “Jadi rekaman itu tersimpan cukup lama,” seru Ombak lagi menegaskan. 

Hingga hari perilisannya 20 tahun kemudian, Ombak tak pernah melakukan proses revisi pada single debut mereka tersebut. Pasalnya, master rekaman asli yang tersimpan dalam kemasan pita DAT (digital audio tape) sudah hilang. “Jadi yang kami masih simpan hanya rekaman yang sudah ‘jadi’ dalam bentuk CD!”

Saat pertama kali tercetus, Ombak membangun karirnya di berbagai pentas musik independen seputaran Jakarta dengan membawakan lagu-lagu milik Jane’s Addiction, Red Hot Chili Peppers, Porno For Pyros dan Infectious Grooves. Namun demikian, latar belakang musikal para personelnya cukup variatif. 

“Secara umum, mungkin warna musik Ombak adalah funk yang dibalut musik rock dengan sedikit sentuhan goth dan psychedelic.”

Selepas perilisan single “Ombak”, kini Aga, Erry, Sam dan Rana sudah berniat meluncurkan single kedua. Kebetulan mereka telah mengantongi beberapa materi, di antaranya empat lagu yang sudah tergolong matang secara komposisi dan aransemen. (mdy/MK01)

.

One reply on “ OMBAK: “Terima Kasih Young Offender!” ”
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *