Sambut BLOW UP, Kolaborasi Crossover yang Meledak-ledak

Berawal dari ide lagu yang sebenarnya disiapkan untuk PAS Band pada 2013 silam, namun akhirnya berakhir menjadi peluru bagi terbentuknya sebuah kolaborasi fresh bernama Blow Up. Formasinya menghadirkan empat musisi asal Bandung, dari band yang berperan penting pada genre-nya masing-masing. Kolaborasi tersebut diperkuat oleh gitaris Bambang ‘Bengbeng’ Sutejo (PAS Band), bassis Yuke Sampurna (Dewa 19), vokalis Andi Diarnadi (Purpose/Kungpow Chickens) dan dramer Uus Ridwan (Aftercoma).

Karakter berlainan tersebut lalu menyalurkan kreatifitas mereka tanpa melepas jati diri dan tanpa harus saling mempengaruhi, seperti yang tertuang di single debut bertajuk “Sumpeh Lo”. Atmosfir karya perdana mereka itu menggiring pendengarnya ke nuansa musik era ’90-2000an, baik dari pemilihan tema mau pun pola aranseman yang menyilangkan elemen rock, alternative, hardcore dan hip-hop. Sedikit banyak ada pengaruh dari band-band dunia seperti Rage Against the Machine, Red Hot Chili Peppers hingga Mr. Big.

Jadi meski “Sumpeh Lo” berbicara tentang kritik sosial yang disampaikan dengan nada keras dan bahkan disertai narasi sarkasme, namun jalinan unsur bunyi berhasil membangun harmonisasi sehingga tetap nyaman dinikmati siapa pun.

“Musiknya sebenarnya saya bikin tahun 2013an, musiknya semua udah lengkap kecuali lirik dan notasi vokal,” tutur Bengbeng kepada MUSIKERAS, mengingat kembali.

Seperti yang sudah disebut di awal artikel, Bengbeng tadinya menyiapkan lagu itu untuk materi album PAS Band, namun ternyata tidak ada respon dari personel lain. Akhirnya pada 2016, Bengbeng dan Yuke bikin proyek baru, dan lagu “Sumpeh Loe” adalah salah satunya yang mereka garap. 

“Kami ngajak Andi dan Uus buat ngisi vokal dan beat dram-nya. Dari (proses) jamming kami dapat materi dasar empat lagu. Dalam semalam, saya sama Andi beresin isian vokalnya. Saya, Yuke, Uus take gitar, bass dan dram di rumah masing-masing. Andi rekam vokal di studio Gamaliel, kalo nggak salah. Setelah take vokal, karena kesibukan masing-masing akhirnya proyek ini baru dirilis Januari 2020,” urai Bengbeng lagi.

Selain “Sumpeh Loe”, Bengbeng membocorkan bahwa lagu lainnya yang berjudul “Buka Mata” bakal dijadikan single selanjutnya. “Karena musiknya sudah jadi waktu saya bikin. Yuke, Andi dan Uus tinggal ngisi aja sesuai dengan karakter masing-masing. Kecuali lagu ‘Cingciripit’ dan satu lagu lagi yang belum ada judulnya, yang proses kreatifnya terjadi secara organik.” (mdy/MK01)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
repture
Read More

REPTURE: Satu Dekade Sang Penakluk

Perjalanan satu dekade dirangkum Repture dalam sebuah album yang membawa gagasan sejarah serta semangat dan pendekatan kreatif yang mandiri.
dwikarta
Read More

DWIKARTA: Ruwatan Megah di “Sudamala”

Dengan jubah baru bernama Dwikarta, unit heavy metal asal Yogyakarta ini akhirnya geber karya baru yang melebur distorsi dan kemegahan simfonik yang emosional.
end of summer
Read More

END OF SUMMER: Belum Berakhir

Agresivitas post-hardcore era awal 2000-an kembali dipanaskan End of Summer lewat lagu rilisan tunggal terbarunya, “Kilas” yang juga dibaluri elemen post-rock.