Awali 2021, JIKUN /RIF Terbitkan Buku Unik, “Bara dalam Bait”

Dari mana asal muasal nama “Jikun”? Jawabannya ada di buku ini. 

Ada juga bocoran informatif seperti ini: “… Saking senangnya pertama kalinya saya memiliki gitar elektrik, saya makin giat untuk ngulik lagu dan suara-suara yang dihasilkan. Bahkan suatu hari tanpa sengaja, bersama salah seorang teman gitaris rumahan yang senang ngulik, gitar pink itu bisa menghasilkan suara distorsi menggunakan sebuah handy talkie yang dirombak menjadi pedal distorsi….”

Jikun yang bernama asli Adji Pamungkas, selanjutnya membeberkan rahasia menghadirkan suara distorsi lewat perangkat komunikasi tersebut dengan detail. 

Itu hanya sebagian cuplikan kisah unik yang dibeberkan gitaris band rock senior /rif tersebut di dalam lembaran-lembaran “bara dalam bait”. Banyak lagi ocehan menarik nan jenaka lainnya di buku yang diterbitkan Octopus Publishing pada awal Januari 2021 tersebut. Karena disuguhkan dengan tuturan bahasa yang ringan dan apa adanya, buku setebal 122 halaman ini menjadi bahan bacaan yang tidak membosankan. Bahkan bisa dilahap hanya dalam hitungan menit. Tidak sampai satu jam. Membacanya pun dijamin bakal diselingi senyum-senyum simpul oleh kisah-kisah sempil yang lugas dan membumi.

.

.

Ya, tidak salah juga jika buku ini juga dianggap sebagai kumpulan cerita sisipan. Karena kenyataannya memang tak ada bahasan yang bisa dianggap sangat detail atau mendalam. Tak ada yang diumbar berlarut-larut. Jikun di sini sangat fokus mengarahkan tujuan bukunya, yakni menuturkan ceceran kisah dirinya lewat cara yang singkat, enteng, mudah dicerna dan efisien. Sederhana.   

Jikun membagi babak “bara dalam bait” dalam empat periode. Dimulai pada 1983 hingga 1993, lalu 1993-2003, 2003-2013 hingga 2013-2020. Banyak yang dibahas dalam kurun waktu itu. Mulai dari kehidupan masa kecilnya yang sempat diwarnai kegilaannya terhadap hobi komik, perkenalan awalnya pada instrumen gitar dan distorsi, pertemuannya dengan gitaris Michael Jackson, tangan patah, musibah kebakaran yang menghanguskan banyak kenangan, lalu ke kegiatan band, pengalaman menjalani masa-masa keemasan di panggung rock Tanah Air bersama /rif hingga proyek solonya yang bernama Jikunsprain. 

Lalu alih-alih menebar foto-foto dokumentasi, Jikun memilih menyuguhkan coretan-coretan ilustrasi karya Yobi ‘Yobs’ Priambodo, teman kuliah Jikun di jurusan arsitektur Universitas Parahyangan, Bandung untuk mengawal kisah-kisah masa lalunya. Ya, bernuansa seperti komik, cinta pertama Jikun di ranah seni. Dan sebagai pelengkap, ada beberapa lembar halaman yang diisi cerita bergambar dagelan punakawan “Petruk Gareng”, karya asli Jikun saat masih bocah. 

Sebuah penyajian yang benar-benar berbeda. Nah, ingin tahu asal nama “Jikun” serta trik membuat pedal distorsi dari perangkat handy talkie? Wajib baca buku ini. Untuk informasi cara membelinya, bisa mampir di akun Instagram /rif @rifband.official atau Jikun @mllapxpxalsx. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *