Bulan Ini, SHVRON Tetaskan EP Emo/Post-Hardcore Bertajuk “Scars”

Shvron, akhirnya sebentar lagi bakal merilis karya rekaman kolektif perdananya, berupa album mini (EP) bertajuk “Scars”. Tepatnya pada 26 Februari 2021 mendatang. Sebelumnya, sudah ada single “Burn” yang diluncurkan pada pertengahan September tahun lalu, serta yang terbaru, “Hurricane” yang telah digelindingkan Shvron sebagai nomor ‘penggoda’.

Khusus tentang “Hurricane” sendiri, menurut penyanyi wanita yang menganut paham emo/post-hardcore serta hardcore plus sedikit sentuhan electronic ini, ia menyebutnya sebagai karya lagu yang sangat memuaskan. Lewat “Hurricane”, impian Shvron terasa terwakili secara keseluruhan di album “Scars”, khususnya dalam konteks emo, screamo, post-hardcore.

“Dikarenakan lagu tersebut merupakan lagu yang liriknya sangat menggambarkan emosi yang ada di dalam diri Shvron ketika dia merasakan kekecawaan atas seseorang. Dan lagu tersebut berhasil divisualkan dan diceritakan ke dalam sebuah video musik. Maka dari itu membuat ‘Hurricane’ menjadi lagu yang paling bisa mewakili,” urai pihak Shvron kepada MUSIKERAS meyakinkan.

Dalam penggarapan produksi “Scars”, Sharon Karr – nama asli Shvron – dibantu oleh Rizky Syahrial Putra, gitaris Goodenough yang menjadi pengarah musik sekaligus produser musik, serta Yos Bonar Singgah (Life Cicla/Goodenough) yang mengawal pengolahan teknis tata suara rekaman, termasuk pemolesan mixing dan mastering.

Proses kreatifnya dimulai ketika Rizky dan Shvron ingin menggabungkan emo yang berkarakter, dengan pemiihan lirik serta cara penyampaian yang emosional di setiap liriknya. Mereka lantas membalutnya dengan gabungan komposisi musik post-hardcore, screamo dan diselipi pula breakdown hardcore serta sedikit sentuhan musik elektronik. Komposisi lagu yang dibuat juga tidak terlalu modern, karena Shvron dan Rizky setuju, lagu-lagu mereka memang masih related dengan emo/posthardcore era sebelum 2013.

.

.

“Musik yang tersedia di album ‘Scars’ bisa deskripsikan sebagai penggabungan sisi ego dari Shvron dan Rizky di dalam aransemen yang diciptakan. Menggabungkan musik emo/screamo/post-hardcore yang memang kental di Shvron dengan sisi posthardcore/hardcore/metal dari Rizky. Untuk referensi serta inspirasi, bisa dibilang sangat banyak dan justru lebih universal. Baik dari band atau musisi era 2000an seperti Linkin Park, Avril Lavigne, Story Of The Year, Paramore, atau dari era modern seperti Tonight Alive, Hands Like Houses, Halsey, Yungblud, PVRIS dan lain-lain.”

“Scars” digarap tim Shvron selama sekitar setahun. Butuh waktu selama itu lantaran waktu luang Rizky yang sedikit, terutama saat awal penggarapan album. Keseluruhan penggarapan materinya dilakukan di Amplop Records. Rizky mengeksekusi keseluruhan pengisian instrumentasi, penggarapan aransemen, struktur lagu, gitar, bass, dram hingga sequencer. Sementara Shvron menulis semua lirik di “Scars” serta ikut berkontribusi di pengolahan struktur lagu.

Ada lima lagu yang menjadi amunisi EP “Scars”, tentunya termasuk “Burn” dan “Hurricane”. Sementara tiga lagu lainnya adalah “Scars” yang menghadirkan kolaborasi vokal Shvron dengan penyanyi muda berbakat bernama Andreas George, lalu lagu “Trapped” serta satu-satunya komposisi yang dieksekusi dalam format akustik berjudul “Cold Night”. Khusus di lagu “Burn” dan “Trapped”, ada kontribusi permainan dram dari Dava Muhammad dari Stand By Me.

Versi audio lagu “Hurricane” sudah tersedia di berbagai gerai penyedia layanan dengar musik secara digital seperti Spotify, Apple Music, Amazon Music serta Deezer sejak 29 Januari 2021 lalu. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *