KIDS NEXT DOOR Hidup Lagi, Tuntaskan “Bleeding Ballerina” Versi Baru

Berawal dari kepulangan sang dramer Fariz Angga Oktavian dari perantauannya, akhirnya Kids Next Door (KND) menggelora lagi. Tanpa buang waktu, band bentukan 2002 silam yang disebut-sebut sebagai founding father skena emo di Malang, Jawa Timur ini langsung gerak cepat, bangkit dari kevakuman. Mereka lantas masuk dapur rekaman, dan kemudian melepas video musik ‘penggoda’ dari lagu

BUFXCTER Geber Skramz Eksperimental di Single “Cold Hands”

Pengalaman menggarap album mini (EP) pertama mereka, “Pale and Sleepless” (Mei 2020) membuat para personel unit screamo/skramz/post-hardcore asal Yogyakarta ini kini lebih percaya diri dalam menggarap single terbarunya, yang bertajuk “Cold Hands”. Lagu ini, menjadi gerbang pembuka untuk materi lainnya yang akan mereka rilis dalam EP berikutnya. Bufxcter yang masih diperkuat formasi Mokhammad ‘Rifin’ Arifin

AMUKREDAM Gaungkan Sepasang Lagu di “The First Phase”

Usai mengenalkan eksistensinya lewat beberapa rilisan, yakni sebuah album mini (EP) pada 2012, lalu karya album berbagi (split) dengan Individual Distortion (2015) serta single “Everything Is Either Dystopic or Merely Just A Daydream” (2017), akhirnya unit post-hardcore asal Jakarta ini melanjutkan gebrakannya. Kali ini lewat peluncuran dua lagu bertajuk “Arrival” dan “Shots in The Dark”

Bulan Ini, SHVRON Tetaskan EP Emo/Post-Hardcore Bertajuk “Scars”

Shvron, akhirnya sebentar lagi bakal merilis karya rekaman kolektif perdananya, berupa album mini (EP) bertajuk “Scars”. Tepatnya pada 26 Februari 2021 mendatang. Sebelumnya, sudah ada single “Burn” yang diluncurkan pada pertengahan September tahun lalu, serta yang terbaru, “Hurricane” yang telah digelindingkan Shvron sebagai nomor ‘penggoda’. Khusus tentang “Hurricane” sendiri, menurut penyanyi wanita yang menganut paham

“Samenwerken”, Kolaborasi CLOSE ME CLOSET dengan Empat Vokalis Emo

Kehilangan ujung tombak di lini vokal bukan penghalang bagi unit screamo/post-hardcore asal Jakarta ini untuk terus menajamkan kreativitas bermusiknya. Buah dari tekad mereka untuk terus maju terlampiaskan di “Samenwerken”, sebuah album kolaborasi dimana Close Me Closet menggandeng empat frontman dari empat band pejuang emo berbeda untuk menyumbangkan vokalnya. Di karya rekaman tersebut, empat personel Close

KILLING ME INSIDE Kembali Bereksplorasi

Unit rock modern Ibu Kota, Killing Me Inside (KILLMS) kembali memasuki sebuah fase baru dalam perjalanan karirnya. Usai berkolaborasi dengan penyanyi AIU dan menghasilkan dua single bertajuk “Fractured” yang dirilis pada Juni 2017 serta “Remnants” pada Mei 2018 lalu, kini mereka menggaet mantan vokalis kelompok nu metal Saint Loco, Joe Tirta. Sebagai pemanasan, pada 7

Lewat Video “Terang”, CLOSE ME CLOSET Ingin Menaklukkan Labirin

Satu lagi video musik resmi dari unit post-hardcore/screamo asal Jakarta, Close Me Closet diluncurkan ke berbagai kanal media sosial, termasuk YouTube. Kali ini dipilih lagu “Terang”, masih dari album “Labyrinth” (Crooz Records) yang telah beredar luas sejak Maret 2016 lalu. Konsep videonya sendiri mengacu pada tuturan video klip lagu “Hilang Arah” yang telah lebih dulu

“Fractured”, Babak Baru KILLING ME INSIDE

Setelah menjajal berbagai event panggung bersama sejak Desember tahun lalu, akhirnya Killing Me Inside (Kilms) melangkah lebih jauh dengan kolaborasinya bersama mantan vokalis trio pop rock Garasi, Aiu Ratna. Belum lama ini, kerja sama itu ditasbihkan lewat perilisan sebuah single baru bertajuk “Fractured”, yang diedarkan dalam format digital via Anoixi Records. Aiu sendiri bergabung di

10 Tahun Album “The Black Parade” Dirayakan

Minggu depan, tepatnya 23 September 2016, label rekaman Warner Bros. Records akan merilis album milik My Chemical Romance yang berjudul “The Black Parade / Living With Ghosts (The 10th Anniversary Edition)”. Ya, memang bukan sepenuhnya album baru, tapi merupakan versi reissue dari album “Welcome To The Black Parade” (2006) dalam rangka memperingati 10 tahun perilisannya.