ANONS Merapal “Sosiopat” dengan Cara Misterius

Kegaharan rock dan metal yang disusupi ketukan-ketukan hiphop rupanya masih menjadi menu menarik sampai saat ini. Setidaknya bagi unit misterius asal Bandung ini. Seperti yang sudah mereka perdengarkan lewat karya rekaman pertamanya, “Sosiopat”.

“Konsep musik kami mengarah ke rock, metal, dengan sedikit sentuhan lirik-lirik hiphop sederhana,” ujar Anons kepada MUSIKERAS, mempertegas.

Anons sendiri terbentuk sejak 2018 lalu. Namanya diambil dari kata ‘anonim’ yang berarti ‘tanpa nama’ atau ‘tidak beridentitas’. Itulah sebabnya, semua personel Anons menggunakan topeng wajah, dengan karakter yang berbeda-beda, dan itulah yang menjadi identitas Anons. Bahkan mereka juga tidak mau mengungkap identitas asli para musisi di balik topeng mereka. Tujuannya, agar para audiens mereka benar-benar fokus pada karya Anons yang dilihat, dirasakan, didengar dan dinikmati. 

.

.

Just enjoy and love Anons music, hehehe. Orang cukup menikmati musik atau karya kami tanpa perlu tahu indetitas kami yang sebenarnya,” cetus Anons.

Proses kreatif single “Sosiopat” sendiri dibuat sekitar satu tahun, mulai dari pembuatan lirik lagu hingga proses rekaman. Ide lagu datang dari gitaris yang mengolah dasar lagu serta aransemennya, kemudian dilanjutkan vokalis yang membuat lirik. Tapi finalisasi aransemen keseluruhan digodok seluruh personel Anons secara bersama-sama.

Lirik yang dituangkan di “Sosiopat” ini menceritakan tentang sifat orang yang bermuka dua, berwajah lugu di depan, tapi kenyataan di baliknya berbeda. “Banyak mengumbar janji tapi semuanya palsu semata, berlaga paling suci padahal sebenarnya sebaliknya, dan mereka selalu bahagia di atas penderitaan orang lain. Keresahan akan sifat ini yang sebenarnya tidak bisa didiamkan bahkan harus dilawan. Melalui lagu ‘Sosiopat’ ini Anons menyuarakan perlawanannya.” 

Pada akhir Maret 2021 mendatang, Anons rencananya bakal merilis single kedua. Lalu, selanjutnya mengarahkan konsentrasi ke penggarapan album mini (EP) yang, sejauh ini, penggarapannya sudah mencapai 60% dari keseluruhan proses. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
gabrielle
Read More

GABRIELLE: “Metal Menarik dan Seru!”

Usai terapkan elemen alternative/gothic rock di lagu debutnya, kini Gabrielle ‘pindah alam’ ke ranah metal ekstrem lewat album mini (EP) “Animals”.
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!