“Persetan”, Amarah Black Sabbath dalam Raungan BAD PREACHER

Nama band asal Semarang, Jawa Tengah ini dipilih karena para personelnya ingin merepresentasikan diri mereka sebagai pengkhotbah yang menyampaikan suatu kenyataan buruk yang terjadi dalam sosial. Bad Preacher menebarkan lirik-lirik yang bertemakan keresahan dan kritik sosial. Lalu unek-unek itu dikumandangkan lewat buncahan musik berhawa amarah yang terinspirasi Black Sabbath.

Pada awal Februari 2021, konsep tersebut telah dilampiaskan Bad Preacher lewat rilisan single perdana berjudul “Persetan”. Lirik hasil gagasan vokalis Varian ‘Rian’ Kautsar yang lantas dituangkan dalam bentuk tuturan kata bersama bassis Iko Joelianto tersebut menumpahkan kerisauan Bad Preacher terhadap banyaknya orang yang berdebat dan beradu pendapat secara tidak sehat di media sosial maupun kehidupan nyata. 

Banyak orang menciptakan standar-standar baru dalam kehidupan sehingga membuat seakan-akan hal-hal yang tidak wajar menjadi wajar. Mereka juga mempertanyakan apakah solusi-solusi yang ditawarkan oleh beberapa orang dapat menjadi solusi dari segala kekisruhan yang terjadi. 

Aransemen “Persetan” sendiri diolah bersama-sama oleh Rian, Iko, Brilliant Adhi (gitar) dan Hafidh Nur Ramli (dram). Dimulai dari penggodokan riff gitar, tabulasi bass, pola ketukan dram hingga nada vokal. Proses penggarapannya menghabiskan waktu tiga bulan, namun sempat menghadapi kendala dalam teknis pengerjaan rekaman sehingga waktu pengerjaan melar hingga hampir satu tahun.  

.

.

“Pada awalnya, kami berencana untuk merekam single ‘Persetan’ secara mandiri (home recording). Namun pada saat eksekusi dan mengetahui hasilnya, kami merasa kurang puas terhadap hasil sound yang dihasilkan. Kemudian, kami memutuskan untuk melakukan rekaman di Hero Music Studio. Proses perekaman single ‘Persetan’ ini menghabiskan waktu selama enam jam. Kemudian, proses mixing serta mastering memakan waktu sebanyak sembilan hari dengan beberapa kali perubahan atau revisi,” beber Bad Preacher kepada MUSIKERAS, mengungkapkan.

Seperti sudah disinggung di awal artikel, konsep musik single “Persetan” memang diproyeksikan bisa memunculkan kesan amarah yang direpresentasikan Bad Preacher melalui vokal yang menggunakan efek distorsi serta cara bernyanyi yang berteriak. Kemudian ada isian dram yang menggebu-gebu, garukan gitar berdistorsi, serta cabikan bass yang menyemburkan sound bright dan dry.

“Jadi, semua elemen tersebut dapat memunculkan kesan amarah pada single kami. Lalu, alasan kami memilih Black Sabbath sebagai sumber referensi karena mereka merupakan pelopor atau akar dari musik heavy metal dan hard rock yang kami ingin ikuti jejaknya. Lalu, hal yang membuat kami tertarik dengan musik Black Sabbath adalah musik yang mereka hasilkan tidak memerlukan teknik yang begitu mewah ataupun rumit. Melainkan cukup dengan riff dan pattern yang sederhana mereka dapat menghasilkan musik yang easy listening bagi para penggemar musik rock.”

Setelah “Persetan”, band yang mulai menggeliat sejak 31 Juli 2019 lalu ini segera menyiapkan single susulan, atau yang kedua. Dan target besarnya, tentunya merampungkan produksi album mini (EP) yang kini sudah masuk tahapan pengerjaan aransemen. Selain itu, Bad Preacher juga sekaligus menggodok rencana untuk menggelar sebuah live session saat menyertai promo EP tersebut. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *