Jalan Pemberontakan RISINGROAD Raungkan “Bara Regenerasi”

Nama band asal Makassar, Sulawesi Selatan ini dimaknai sebagai wadah luapan ekspresi dari sebuah kekesalan, protes, pemberontakan akan sajian sehari-hari, yang mencakup sosial, politik serta alam yang semakin merusak segala lini. Kata ‘rising’ bisa diartikan sebagai ‘pemberontakan’, sementara ‘road’ adalah ‘jalan’.

Akumulasi itulah yang lantas mereka muntahkan lewat sebuah karya rekaman bertajuk “Bara Regenerasi”, sebuah album mini (EP) beramunisikan lima komposisi membara, yakni “Api Belantara”, “Sejarah Perbudakan”, “Hell Brigade”, “Bara Regenerasi” dan “Burn Down”.

Lewat lagu-lagu tersebut, Risingroad melontarkan banyak protes tajam secara beringas di lirik-liriknya, mulai dari praktek pembakaran hutan yang menurut mereka hanya akal-akalan politis untuk pembebasan lahan, budaya perbudakan negara, peperangan hari ini dan penyebaran virus penghancur untuk menguasai pasar dunia, penindasan kaum lemah hingga pemanasan global akibat pergerakan revolusi industri yang semakin pesat.

.

.

“EP ‘Bara Regenerasi’ adalah sebuah musik yang dikurasi oleh amarah bara generasi penerus yang terus menyala. Referensi musiknya sendiri mulai dari Motorhead hingga ke Wolfbrigade dan Power Trip,” cetus pihak band kepada MUSIKERAS, menandaskan.

Risingroad sendiri mulai menggeliat pada akhir 2017 lalu, atas prakarsa dari Reditya Wardhana (vokal/bass) dan Affandy Dermawan (gitar), yang bermula dari sebuah hajatan panggungan bertajuk “Tribute to Motorhead” yang digelar oleh Wildpunx Kolektifa. Pada pertengahan 2019, Redit mulai menulis beberapa lirik lagu, termasuk lagu pertama “Bara Regenerasi” yang akhirnya dipilih sebagai judul EP debut Risingroad. 

Sejak awal, Risingroad langsung memainkan gaya bermusik yang didominasi kecepatan, serta ketegasan dan kelugasan khas thrash metal dan hardcore punk. Mereka juga menyuntikkan ketukan D-Beat di setiap lagu, yang lalu dibalut dengan sound gitar yang tajam, betotan bass yang ‘pecah’, serta geraman vokal berat yang meraung raung sebagai luapan emosi. 

Setelah menjalani proses workshop yang lumayan singkat, Risingroad yang lantas diperkuat juga oleh Achmad Reza (dram) pun berinisiatif memulai proses rekaman lima materi untuk EP perdananya di APRL Studio pada Februari 2020. Proses itu berlangsung selama kurang lebih dua bulan.

Dari segi konsep musik, Risingroad yang sebelumnya juga sudah merilis single berjudul “Evershit Reality” berani menegaskan bahwa jika dibandingkan dengan band-band yang sejalur dengan mereka, ada satu hal yang pastinya membuat Risingroad terdengar berbeda.

“Yang ber-genre sama, mungkin Risingroad sendiri yang didominasi kecepatannya… ketimbang harmonis musiknya sendiri. But this band gonna kick your ass!” (aug/MK02)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *