Karya Baru MORE THAN HELLENA, Umbar Eksplorasi di Progressive Metalcore

“Where Is Your God Now?” adalah buah eksplorasi baru unit metalcore modern asal Bali ini. Sejalan dengan rencana gitarisnya, I Ketut Satria Adiguna – atau yang lebih akrab disapa Satria – setelah perilisan single “Life Cycle” pada September 2020 lalu, dimana ia ingin terus bereksperimen menentukan karakter tone yang tepat di setiap materi yang berbeda.

Konsep musik untuk single terbaru tersebut memang masih mengusung karakter progresif lewat entakan metalcore modern, namun kali ini disusupi sedikit paduan instrumen tradisional. Konsep itu, sedikit berkaitan dengan tema lirik “Where is your God now?” yang mengartikan sebagai hasutan atau godaan kepada manusia yang sedang merasa gelisah akan kepercayaannya. 

Para personel More Than Hellena, yakni Satria, Putu Gede Suryadinatha (vokal), Putu Krisna Aries Palguna (gitar), Gede Eka Pastrawan (bass) dan Made Ari Pramana Kumara (dram) memanfaatkan sampel instrumen tradisional sitar yang merepresentasikan alunan pengantar doa manusia kepada kepercayaannya. Juga ada dentuman aransemen di latar belakang yang mengesankan kegelisahan. 

.

.

“Kami maksimalkan proses aransemennya dengan fasiltas software plug-in. Terinspirasi dari karya (komposer metal asal Australia) Mick Gordon dan (musisi progressive metalcore dari Amerika) Andromida yang mendominasi aransemen background untuk lebih menggaungkan tiap bagian musik kami. Ya, bisa dibilang kami juga ingin sedikit menonjolkan nuansa doom-nya. Pada riff-riff metalcore yang berkarakter progresif ini, kami masih terinspirasi musik dari After the Burial, Wage War, Fit for A King dan beberapa band metalcore sejenisnya. Membuat konsep musik metalcore pada lagu terbaru kami terasa lebih heavy dan punchy,” urai pihak band kepada MUSIKERAS, mengungkapkan dengan detail.

Adanya eksplorasi baru tersebut, tentunya membuat pendekatan yang berbeda dibanding single “Life Cycle”. Dari segi konsep musik, single sebelumnya terdengar elemen metalcore yang kental dengan sentuhan yang modern. Sementara di “Where Is Your God Now?”, mereka memang ingin membuat nuansa lagu yang berbeda. 

“Ketika itu, ide untuk tema lagu ini datang dari (bassis) Eka tentang sebuah nyanyian setan kepada manusia, yang kemudian terkonsep liriknya oleh (vokalis) Surya sebagai sebuah godaan atau hasutan kepada manusia yang sedang gelisah dalam hidupnya. Lalu kami putuskan untuk membuat karakter musik metalcore lebih heavy dan tetap dengan rasa progresifnya. Berbeda dengan karakter musik pada lagu sebelumnya yang masih didominasi karakter gitaris kami, Krisna.”

Lebih jauh, More Than Hellena juga meyakinkan bahwa kali ini eksplorasi karakter setiap personel lebih ditonjolkan. Terlihat dari beberapa riff gitar yang semakin terdengar punchy dan bahkan ada pula bagian tertentu yang bernuansa deathcore. Lalu pembeda lainnya, juga terasa di racikan aransemen yang menurut mereka lebih padat. Ditambah pula kehadiran vokalis tamu, Rio Saputra (Hypnost) yang menyumbangkan karakter vokal fry scream yang tegas sehingga memperkaya komposisinya.

Eksekusi rekaman “Where Is Your God Now?” keseluruhan dilakukan More Than Hellena di Matilda Record, sebuah studio rekaman rumahan milik Satria. Termasuk proses mixing dan mastering. Kini, band yang mulai dicetuskan kelahirannya pada 2015 silam ini juga langsung tancap gas untuk mematangkan rencana pembuatan album penuh pertama, yang ditargetkan bisa rilis tahun depan. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.