Resensi: Cabikan Teror Berdarah untuk Penganiaya Fauna

(Artis) Vox Mortis – (Album) Avignam Jagat Samagram – (Prod.) 2021 Cerberus Productions/Demajors

Selusin lebih raungan penjemput ajal – khususnya ditujukan kepada para penindas hewan – telah dilampiaskan oleh pasukan cadas asal Jakarta ini. Judul album diartikan ‘semoga selamatlah alam semesta’, diambil dari bahasa Sanskerta, dan juga dikenal sebagai motto atau semboyan dari badan pencarian dan pertolongan (SAR) Nasional Indonesia. 

Setidaknya, ada delapan dari 13 lagu yang khusuk mengutuk tindak kekejaman terhadap hewan anjing dan kucing di album ini. Selain dua single yang sudah dirilis sebelumnya, “Primata Durjana” dan “Forever No To Dog Meat”, juga ada teror berdarah untuk menggulung para algojo pecundang di lagu “Sadisfaction”, “Bayar Dendam Balas Hantam”, “Mati! Mati! Mati!” dan “Tetes Darah Pecundang”.

Dalam urusan ini, Vox Mortis is the real deal. Doni Herdaru Tona a.k.a. Doni Iblis, sang vokalis sekaligus penulis lirik di band ini adalah sosok nyata di balik terbentuknya Animal Defenders Indonesia, dimana dalam satu dekade terakhir ini aktif melakukan aksi penyelamatan dan rehabilitasi anjing serta kucing di berbagai kota di Indonesia. Doni tidak sendiri. Dua personel Vox Mortis lainnya, yakni dramer Achmad Mustaid dan bassis Donirro Hayashi juga terlibat langsung dalam berbagai aksi mulia Animal Defenders Indonesia.

“Kami akan menggerus kekejaman pada hewan melalui gemuruh musik kami bersama kampanye yang melekat pada penulisan lirik dan pemilihan tema yang berkisar pada penegakan kesejahteraan hewan dan lingkungan. Musik kami adalah bentuk perang dan sekaligus diplomasi dalam satu bungkus dengan tiga karet, penanda isinya banyak ‘cabe’nya. Pedas banget!”

Begitu koaran Doni kepada MUSIKERAS, menandaskan tekadnya.

.

.

‘Pedas’ menjadi nadi terjangan lagu-lagu di album “Avignam Jagat Samagram”. Kalimat-kalimat ancaman yang menyalak di tiap lagunya dibiarkan tanpa pemanis, tanpa penapis, tanpa basa-basi, brutal dan kejam ‘seada-adanya’. Lalu itu semua dikobarkan lewat deru distorsi bervoltase tinggi yang mencabik-cabik gendang telinga. Bayangkan mendengarkan keberingasan musik Suffocation, Morbid Angel, Dying Fetus, Abominable Putridity hingga Visceral Disgorge beradu dalam satu paket yang mengerikan!

Tidak hanya tertuju kepada penindas fauna. Di album tersebut, Vox Mortis yang juga diperkuat gitaris Rsharsh dan Suakarya T.G.N., pun melabrak para primata serakah perusak lingkungan hidup, yang dicecar lewat komposisi “Ronta Semesta” serta yang dijadikan judul album, “Avignam Jagat Samagram”. Sementara dari sisi musikal, ada satu persembahan khusus untuk salah satu panutan Vox Mortis, yakni sesepuh death metal asal AS, Morbid Angel di lagu bauran “Chapel of Ghouls” dan “Immortal Rites”. Satu lagu lagi, adalah sisipan komposisi instrumental berjudul “Ode untuk Sang Jenderal”, yang dipersembahkan bagi anjing kesayangan mereka. 

Nah, bagi kalian yang dialiri darah death metal, lalu mengklaim diri sebagai penyayang binatang, album inilah anthem kalian. Vox Mortis bukan sekadar pengumbar distorsi, seperti yang sering kalian dengar sehari-hari. Karya mereka adalah media propaganda yang fokus menghujat manusia penyiksa dan pemakan daging anjing dan kucing, dua hewan domestik yang paling tidak mendapatkan perlindungan. (mudya/MK01)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darksovls
Read More

DARKSOVLS: Energi Baru Usai Coki Hengkang

Sebagai lanjutan dari rilisan “Frustrasi Kolosal”, Darksovls kini melontarkan “Spektrum Kedap Cahaya”, menandai era baru yang lebih depresif.