Terinspirasi akan situasi politik di Tanah Air saat ini, dimana oknum pejabat korupsi, serta yang menggunakan kekuasaannya untuk menekan masyarakat, maka unit cadas asal Batam, Kepulauan Riau ini pun melampiaskannya lewat karya rekaman single debut berrtajuk “Redzone”. Makna lagu yang menghadirkan vokal tamu dari Dhenaldi Savirio (Divide) tersebut, adalah untuk menyadarkan generasi muda untuk peduli dan memerangi para oknum pejabat yang merugikan negara.
“Kami mendiskripsikan single ‘Redzone’ sebagai (bentuk) keresahan sosial terhadap kehidupan yang ada di sekeliling, dalam sistem tatanan masyarakat,” cetus Heartfelt kepada MUSIKERAS, tegas.
Para personel Heartfelt, yakni Reagenald Simanjuntak (vokal), Nico Prianto Sitorus (bass), Dika Bellamy (gitar) dan Ridho Kurniansyah (dram) menggarap “Redzone” selama kurang lebih tujuh bulan. Eksekusi rekamannya dilakukan di studio 25 Creative Record, sementara untuk pemolesan mixing dan mastering di Vertacollective (Kai), Singapura.
.
.
Dari segi pengonsepan musik, Heartfelt mengaku banyak mengacu pada band-band metal hardcore. “Kami mencoba menggabungkan unsur metal dan hardcore yang kami kemas lebih berenergi. Kami juga mengajak Dhenaldi berkolaborasi di lagu ‘Redzone’ untuk menambah kekuatan dalam lagu ini.”
Selain “Redzone”, Heartfelt yang baru terbentuk pada 2020 lalu ini juga sudah mengantongi rencana untuk meluncurkan single kolaborasi dengan musisi asal Amerika dan lokal Indonesia.
Untuk mendengarkan “Redzone”, bisa mengaksesnya di berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music, Amazon Music, Deezer dan YouTube. (aug/MK02)