Unit metal asal Bandung ini kembali melepas karya rekamannya. Sebuah single terbaru bertajuk “Kognisi”, yang dirilis untuk menghadirkan visibilitas pada sebuah hubungan antara kepercayaan, pengetahuan dan perilaku.
Dalam penggarapan single terbarunya ini, Thursdayriot juga melibatkan mantan personelnya, yakni dramer Iqbal yang pernah menghuni band tersebut periode 2011-2016 serta gitaris Fahmi (2008 – 2012). Iqbal sendiri dilibatkan di pengolahan suara, tepatnya di posisi sound engineer. Sementara Fahmi ikut mengawal “Kognisi” di lini clean vocal.
“ami libatkan Fahmi karena sudah tahu karakter suaranya dan memang itu yang dibutuhkan demi memaksimalkan lagu ‘Kognisi’. Yang lainnya, keterlibatan Iqbal karena memang kami membutuhkan tenaganya,” ujar pihak Thursdayriot kepada MUSIKERAS beralasan.
“Kognisi” sendiri digarap Ucun Nopian (dram), Yoga Brahma (bass), Iman Khaeruman (gitar), Albert Islami (gitar) dan Rizki Subagja (vokal) selama sekitar empat bulanan dan direkam di Devota Rock Studio, Bandung. Lagu tersebut terbentuk dari sebuah gagasan yang berangkat dari pengalaman pribadi salah satu personel.
.
.
“Kami coba dengan membuat narasi dan lirik dahulu bersama-sama, bahkan sampai menimbulkan beberapa perdebatan kecil. Setelah narasi dan lirik selesai, barulah kami compose aransemen, yang menurut kami bisa lebih relate dan mewakili interpretasi lirik itu sendiri.”
Dibanding karya-karya rekaman mereka sebelumnya, Thursdayriot memastikan masih ada ‘benang merah’ jika dibandingkan dengan “Kognisi”. Bedanya, kali ini menerapkan riff yang sederhana tetapi lebih modern. Mereka juga mencoba menambahkan isian instrumen string serta choir, serta sedikit efek spesial untuk menguatkan nuansa yang ingin dibangun dalam lagu.
“Selain itu, kami juga ingin lagu ini terdengar lebih modern ketika sampai ke telinga publik. Di ‘Kognisi’ ini, kami menambahkan VO (voice over) yang kami add on sebagai pemanis, sekaligus berperan untuk menguatkan cerita dalam lagu ini.”
Thursdayriot yang terbentuk pada 2008 silam ini, sejauh ini, sudah melahirkan satu album bertajuk “WARCRY” (2018). Pada awalnya, sebelumnya mengembangkannya sendiri, mereka banyak mengacu pada musik-musik karya As I Lay Dying, Trivium hingga Killswitch Engage. (aug/MK02)