JOHN PAUL IVAN Tentang “Last Man Standing” dan Gagalnya Reuni BOOMERANG

Dua puluh empat April 2021 lalu, adalah akhir karir dari salah satu band rock legendaris Tanah Air, Boomerang. Bisa dibilang begitu, karena hari itu, satu-satunya personel asli yang masih getol menggiatkan aktivitas band tersebut, yakni Hubert Henry Limahelu telah menghembuskan nafas terakhirnya, di usia 53 tahun. Sebelumnya, Henry sempat koma selama 10 hari, lalu dinyatakan meninggal dunia akibat pecahnya pembuluh darah di saraf otaknya.

Untuk mengenang, sekaligus sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mendiang Henry, mantan gitaris Boomerang, John Paul Ivan (JPI) pun tergerak merilis sebuah single baru bertajuk “Last Man Standing”. Bagi JPI, Henry adalah ‘The Last Man Standing’, karena Henry merupakan personel terakhir yang masih mengibarkan kiprah Boomerang setelah ditinggal oleh personel lainnya pada 2020 lalu.

JPI yang telah hengkang dari band tersebut sejak 2005 silam melibatkan Andi Babas untuk mengeksekusi lini vokal di single tersebut. Andi sendiri juga tercatat sebagai mantan vokalis Boomerang periode 2014 hingga 2020. Selain Andi, JPI juga mengajak beberapa musisi untuk ikut berpartisipasi, yaitu Fajar Satritama (Edane/God Bless) di dram, Lie Andi di bass serta Windy Saraswati (Take Over) untuk harmoni vokal. 

Sebenarnya, lagu ini sebelumnya dipersiapkan JPI untuk single RI1, band yang dibentuknya bersama Roy Jeconiah, vokalis yang memperkuat Boomerang sejak pertama kali terbentuk pada 8 Mei 1994 silam. Lantaran tidak ada respon lebih lanjut dari sang vokalis, yang disusul bubar jalannya RI1 pada 2018 lalu, JPI akhirnya memutuskan merombak lagu tersebut dengan penyesuaian lirik yang kali ini khusus didedikasikan untuk mendiang Hubert Henry. 

Di “Last Man Standing” ini, JPI mencoba menggambarkan situasi atau kondisi Henry, saat dia berusaha atau memperjuangkan sesuatu yang hendak dia lakukan, tapi akhirnya tidak tersampaikan, karena ajal sudah lebih dulu menjemputnya. “Tapi spirit semangatnya tak akan pernah pudar dan akan selalu digaungkan melalui karya-karya yang sudah pernah ada,” ujar JPI memantapkan hati.

Lagu tersebut, juga sekaligus dipersembahkan JPI untuk para penggemar dan pecinta karya-karya Boomerang dimana saja. Dan rencananya, hasil royalti streaming single “Last Man Standing” yang sudah dirilis pada 10 Mei lalu secara digital via label Boleh Music tersebut bakal dibagikan ke pihak keluarga atau istri Henry, Louretta. 

.

.

Boomerang mengalami masa jayanya ketika diperkuat formasi Roy Jeconiah, JPI, Henry dan dramer Farid Martin. Saat JPI mengundurkan diri pada pertengahan 2005, posisinya sempat digantikan oleh mantan gitaris Powerslaves, Andry Franzzy. Pada 2010, giliran Roy Jeconiah yang menyatakan hengkang, diikuti pula oleh Andry Franzzy. Laju Boomerang lantas diteruskan Henry dan Farid, dengan merekrut gitaris Tommy Maran. Formasi bertiga ini sempat merilis album “Reboisasi” (2012), dimana Henry sendiri yang mengemban tugas di lini vokal. Saat menggarap album “Harmonis Tidak Seragam” (2014), Boomerang baru merekrut Andi Babas.

Beberapa tahun belakangan, sempat gencar lagi bermunculan desakan dari berbagai pihak, terutama para fans fanatik Boomerang, agar band ini menggelar reuni. Roy teguh pada pendiriannya memilih tidak merespon ‘kasak-kusuk’ tersebut. Boomerang gagal reuni.  

Bagi JPI, sebuah ‘reuni’ harus melibatkan personel asli. Semuanya harus terlibat. Nah, jika ada salah satu personel yang sudah menyatakan ‘tidak berminat dengan reuni’ tersebut, maka namanya bukan reuni lagi. Karena tidak lengkap.

“Jadi percuma juga ada reuni, apalagi ditambah ada personel yang terakhir, yang masih membawa nama band, barusan meninggal (Henry). Ya malah tambah nggak lengkap. Ya sudah, saya anggap selesai perjalanan Boomerang sampai di sini. Biarkan saja nama dan karya-karyanya dikenang, selamanya. Biarlah menjadi legenda,” seru JPI, berusaha melihat sisi positifnya.

Namun ia melanjutkan, tak ada yang bisa menebak apa yang akan terjadi di masa mendatang. Banyak hal bisa berubah, termasuk masalah bersatunya Boomerang. “Biar waktu yang menjawab. Karena saya juga statusnya ‘mantan personel’, jadi saya juga tidak punya hak untuk mengatur internal band, band yang sudah tidak ada member-nya, hanya tinggal nama, dan nama itu saya pikir sekarang ya dimiliki oleh semua, para penyuka dan pecinta band Boomerang di mana saja.” (mudya/MK01)

Kredit foto: Azhan Miraza 

One reply on “ JOHN PAUL IVAN Tentang “Last Man Standing” dan Gagalnya Reuni BOOMERANG ”
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *