‘Pengkhianatan’ AVERMENTS dalam Balutan Post Hardcore/Melodic Hardcore

Satu lagi band yang mencoba bertahan dari kejemuan pandemi Covid-19, lalu menggelegak, memanas untuk segera melahirkan karya-karya musik berdistorsi panas sebagai pelampiasan kreativitas. Terbentuk pada Januari 2020 lalu, sindikat post-hardcore/melodic hardcore asal Kota Malang, Jawa Timur ini tercatat telah memulai gebrakannya lewat single sarat amarah, “Realize the Sin” pada Desember 2020 lalu. Dan tak butuh waktu terlalu lama, kini Averments sudah menyerbu lagi lewat single kedua bertajuk “Betrayal”. 

Hampir tidak ada perbedaan di antara kedua single tersebut. Karena benang merah album mini (EP) yang tengah mereka siapkan, dimana “Realize the Sin” dan “Betrayal” menjadi salah dua amunisinya, pada dasarnya masih memiliki referensi musik yang sama.

“Dan konsep dari lagu kedua lagu tersebut adalah sebuah pengkhianatan dan sebuah jawaban dari lagu pertama yang bertujuan menyambungkan liriknya,” urai Averments kepada MUSIKERAS, mengonfirmasi.

Walau memproklamirkan diri berada di jalur post-hardcore/melodic hardcore,  namun sebenarnya dasar pijakan musik Averments adalah hardcore. Hanya, konsepnya lebih menekankan riff-riff gitar yang lebih minor dan manis sehingga menjadikan genre ini lebih terlihat mempunyai nafas yang baru dan juga berkesan apik di telinga para pendengarnya.

.

.

“Referensi musik ‘Betrayal’ ini adalah gabungan musik yang di ambil dari pola (band) Counterparts dan Capsize, dan kami kembangkan sendiri dengan music director kami,” seru pihak band lagi, terus-terang.

Penggarapan “Betrayal” dilakukan Brilliant Budi (vokal), Afitsanis Syawali (bass), Krista Pradian (gitar) dan Kevin Herlavetin (gitar) bersama Bogi Satya, salah satu personel band hardcore lokal asal Malang, Sharkbite, serta juga Aan Slam yang bekerja sama dengan salah satu studio musik dan rekaman lokal, yakni AA Studio Music. “Penggarapan lagu dan juga penggarapan video klip (‘Betrayal’) terbilang cepat, setelah perilisan lagu pertama pada bulan Desember. Dan beruntungnya, tidak ada masalah dalam penggarapannya.”

Setelah perilisan “Betrayal”, Averments segera tancap gas lagi untuk segera merampungkan materi EP yang dicanangkan bakal disesaki lima amunisi berbahaya, dan ditekadkan bisa rilis pada tahun ini juga. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darksovls
Read More

DARKSOVLS: Energi Baru Usai Coki Hengkang

Sebagai lanjutan dari rilisan “Frustrasi Kolosal”, Darksovls kini melontarkan “Spektrum Kedap Cahaya”, menandai era baru yang lebih depresif.