Bangkit dari Mati Suri, KERAKAH Kibarkan “Titik Mati”

Tahun hitam dimana pandemi sedang berlangsung menjadi momentum bagi pasukan metal asal Jakarta ini untuk kembali menggetarkan skena musik keras. Sebagai pemantik api semangat, mereka pun mengubah identitas nama menjadi Kerakah. Saat terbentuk pada Mei 2005 silam, band ini memulai kiprahnya dengan mengibarkan nama Peopleshit, hingga memutuskan vakum pada 2017 lalu. 

“Bukan keputusan mudah untuk kami dengan banyaknya pertimbangan menilai baik buruknya apakah band ini akan berjalan kembali,” cetus Kerakah mengungkapkan awal ‘kegalauan’ pemikiran mereka.

“Buat kami, perubahan penting dilakukan agar energi positif bisa kami bentuk. Akhirnya kami memutuskan untuk berganti nama sebagai identitas baru, mengubah kebiasaan, mengubah pola proses kreatif, sampai meletupkan api dalam diri.”

Hasilnya, adalah sebuah single baru yang fresh, bertajuk “Titik Mati” yang mereka sebut sebagai peluru tertajam yang ditembakkan sebagai bentuk kembalinya Kerakah. 

“Konsep musik Kerakah adalah hasil respon dan cara pandang kami melihat lingkungan sekeliling dimana kami berinteraksi, mencaci-maki, mengeritik dan dikritik, dan sebagainya. Dan untuk urusan lirik, kami lebih memfokuskan ke respek, juga hubungan seseorang dengan diri sendiri, hubungan anak dengan orang tua, manusia dengan Tuhan-nya, sampai pemaksaan karakter diri. Bagian dari proses interaksi dan respon tadilah yang membentuk image dan attitude kami,” seru pihak band kepada MUSIKERAS. 

.

.

Lantas, konsep itu dikombinasikan dengan tampilan visual serta arah musik yang banyak terpengaruh band-band dunia macam Slipknot, Cane Hill, Nine Inch Nails, Blood Youth, ERRA dan sejenisnya.

“Titik Mati” mulai digodok pada November 2020, dan butuh waktu sekitar sebulan untuk menyempurnakannya, dari terapan beat-beat serta lirik yang pas untuk dijadikan musik. Mereka mengubah pola dalam penerapan irama bernyanyi dan entakan beat-nya.

“Kami balik prosesnya dari penentuan pola irama, baru selanjutnya pencarian beat yang mengikuti pola irama nyanyian,” ujar Kerakah merinci. 

Proses produksinya sendiri berlangsung cepat, sekitar seminggu untuk proses rekaman, mixing hingga mastering. Awalnya, dirembukkan di internal band lewat proses workshop. Setelah itu, barulah dibawa ke Plug Studio, Cibubur untuk eksekusi rekaman, mixing dan mastering tadi.

Oh ya, nama Kerakah sendiri mereka ambil, atau berdasarkan inspirasi dari jenis kapal layar pelintas samudra yang dikembangkan pada abad ke-14 dan ke-15 di Eropa, yang diperuntukkan keperluan berniaga bangsa Eropa dari Laut Tengah ke Laut Baltik. Bagi band yang dihuni Ingga (vokal), Grendy (gitar), Al (gitar), 2Satu (bass), Ginza (dram), 3XO (turntable/sampling) dan Chubanx (perkusi/vokal latar) ini, nama tersebut dirasa cukup unik dan bisa mewakili visi misi mereka yang siap kembali mengarungi samudra dan memecah ombak permusikan Indonesia. 

Sejak 27 Mei 2021 lalu, single “Titik Mati” sudah tersedia di layanan berbagai platform digital seperti Spotify, Joox, Apple Music, Dezeer, YouTube Music, Amazon Music, Resso, Tiktok, Line Music, QQ hingga I Heart Radio. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *