Deliverance tidak butuh waktu lama untuk memuntahkan karya album penuh pertamanya. Terhitung baru berjarak satu bulan sejak merilis lagu rilisan tunggal bertajuk “Fractured Psyche”. Tepatnya pada 10 April 2026 lalu.
Kini di album berjudul “Bestowed Upon Us”, unit hardcore metal asal Bandung, Jawa Barat ini meraungkan 11 trek yang direkam studio Rebuilt 40124.
Produksi rekamannya diproduseri oleh sang pemilik label Oktav Richard Florenciano Litana Mutter – atau lebih dikenal dengan nama Oktav Mutter – yang sekaligus mengeksekusi pemolesan mixing dan mastering album tersebut.
Kolaborasi ini, dituturkan Deliverance kepada MUSIKERAS, sangat membantu kelancaran produksi rekamannya. Karena sebelumnya, mereka mengoperasikan sendiri segalanya secara mandiri.
“Semua (proses)nya cukup menantang ketika proses rekaman. Tetapi karena kami dibantu oleh lord Oktav Mutter selaku produser kami di 40124 Reverge, (jadi) sangat terbantu untuk memaksimalkan hasil dan mengejar deadline rilis yang telah ditentukan,” ujar mereka.
“Karena di rilisan kami sebelumnya itu benar-benar dikerjakan secara independen. Gitaris kami pun sampai merangkap jadi produser. Tetapi dengan cara yang sekarang kami rasa kami seperti bisa mendobrak ketidakmungkinan.”
Dalam menjalani proses kreatif pun, kali ini vokalis Indra Setiawan, gitaris Aria S Pratama (Arya), dramer Kiki Muhamad dan gitaris Devara M Azhar benar-benar mengandalkan teknologi untuk proses rekaman keseluruhan album.
“Tetapi tidak menghilangkan kesan ‘raw’ pada hardcore itu sendiri sehingga pesan dalam album tersebut bisa disampaikan dengan sangat jujur dan straight forward.”
Knocked Loose merupakan salah satu sumber referensi terbesar di garapan album “Bestowed Upon Us”. Khususnya dari album mereka yang berjudul “A Different Shade of Blue” (23 Agustus 2019) serta album mini (EP) “A Tear in the Fabric of Life” (13 Oktober 2021).
“Sangat relevan untuk saat ini dan bisa menjangkau penikmat musik di luar hardcore, karena tidak hanya mengandalkan breakdown, kami juga memperbanyak unsur ‘gelap’ pada riff-riff yang dibuat,” cetus Deliverance lagi, meyakinkan.
Dalam penggarapannya, band bantukan April 2023 lalu ini juga mengajak salah satu vokalis ternama di kota Bandung, yakni Anggiruna Bogazo dari unit hardcore Devdan untuk berkolaborasi di lagu bertajuk “A Scar That Never Heals”.

Belenggu Bayangan
Di album “Bestowed Upon Us”, Deliverance mengungkap sebuah narasi kelam tentang berbagai beban yang dianugerahkan atau dipaksakan kepada manusia.
Karya ini menjadi sebuah perjalanan emosional dari kehancuran fisik menuju fragmentasi mental. Terasa sarkas namun jujur. Sebuah kumpulan refleksi tentang rasa sakit, trauma, dan kenyataan pahit yang seolah-olah menjadi hadiah tak terelakkan dalam kehidupan manusia. Dari putih menuju hitam, dengan segala luka di dalamnya.
Salah satu contoh pelampiasan keresahan itu, dituangkan di “Shadows Within”. Sebuah lagu yang bercerita tentang cara memaksa diri untuk menghilang dari bayangan masa lalu dengan cara paling ekstrem.
Menutup semua luka tanpa sempat untuk sembuh, melupakan semua tanpa sempat mengerti, melakukan segala cara untuk tidak sekalipun bayangan itu kembali.
“… And i burning you inside, Burning in my heart! And i hope you know, You cant never… Alive!”
Klausa yang mereka pilih untuk mengungkapkan bahwa sudah tidak ada waktu untuk meratapi apapun, sudah tidak ada lagi kesempatan bagi belenggu bayangan itu menguasai lagi.
Menandai eksistensi awalnya di skena musik keras, Deliverance melepas rilisan maxi-single bertajuk “To All The Pain That Hides In Truth” pada 1 November 2024. Lalu melepas video musik pertama pada 6 Februari 2026, yang berjudul “Rotten To The Core”.
Deliverance sendiri diperkuat personel yang tak hanya bergerak di satu band. Masing-masing memiliki proyek band lain yang masih bersinggungan di lingkaran pertemanan yang sama, sehingga memudahkan nama Deliverance muncul ke permukaan.
Sementara di eksplorasi musikalnya, mereka menyerap pengaruh yang cukup pekat dari band-band ‘marah-marah’ asal AS macam Knocked Loose, Vein.fm, End, Kublai Khan TX hingga Dealer (Australia).
Sejak 29 Mei 2026 lalu, album “Bestowed Upon Us” sudah bisa digeber di berbagai platform digital. Termasuk Bandcamp dan YouTube Music. (@mudya_mustamin/MK01)
Susunan lagu:
- Hitam
- Rotten To The Core
- Shadows Within
- Dark Clouds
- Fractured Psyche
- Into The Abbys
- A Scar That Never Heals (feat. Anggi of Devdan)
- Guilt
- Faction
- Who I am
- Succubus