SPOLENK: Sudahi Hibernasi dan Rilis “Come On”

Satu lagi wajah lama di skena musik keras bangkit dari tidur lelapnya. Spolenk yang dibentuk pada 1993 silam aktif lagi dan langsung rilis album.
spolenk
SPOLENK

Spolenk melepas album studio terbarunya, atau yang keempat bertajuk “Come On” di berbagai gerai digital via label Burepublic Records pada 4 Mei 2026 lalu.

Band yang dicetuskan di Tebet, Jakarta Selatan ini menyebut karya tersebut merupakan ekspresi luapan apa yang ada di dalam kepala para personelnya selama bertahun-tahun.

“Kami ingin membuktikan bahwa distorsi heavy metal murni masih memiliki nyawa yang sangat panjang di skena independen Indonesia,” seru mereka.

“Come On” sendiri dihadirkan dengan berondongan 17 lagu dengan total durasi sekitar 71 menit. Di antaranya, Spolenk menyelipkan “Distorsi Biru” dan “Sesat”, dua lagu lawas dari era 1995 yang mengalami proses mixing ulang, dengan pendekatan olahan bunyi yang lebih segar namun tetap membawa aura klasik.

Lalu di lagu “Modern Slave” dan “Fuck It All”, mereka menghadirkan vokalis tamu, yakni Kryptik Draggan (Belanda).

Selain itu, aransemen tidak biasa juga ditampilkan lewat permainan alat musik harmonika serta brass section.

Menurut pihak band, yang disampaikan bassis Eko Purwanto (Abur) kepada MUSIKERAS, keseluruhan album “Come On” menerapkan proses yang kurang lebih sama ketika Spolenk menggarap album pertama.

Tanpa diawali latihan, para personelnya biasanya langsung masuk studio tanpa tahu lagu apa yang akan direkam. Dimulai dari bass, lalu menyusul isian instrumen lainnya.

“Kadang proses (rekaman)nya nggak bersamaan, sebisanya anggota yang datang aja. Terus terang dalam penggarapan album ini selama lebih dari lima bulan, belum pernah sekalipun empat personel ngumpul bareng berempat,” urai Abur mengungkap proses kreatifnya.

Jadi bisa dibilang, proses rekamannya berlangsung spontan. Hanya, dalam tahapan ini benang merah sudah dibuat Abur di isian bass-nya terlebih dahulu.

“Tapi bass kan nggak ada nada solid yang bisa didengar,  jadi kayak (bangun) kerangka pondasi rumah aja, tapi nggak tahu rumahnya jadinya kayak gimana.”

“Jadi yang tahu lagu awalnya gue. Tapi gue juga nggak tahu hasil akhirnya kayak gimana… jadi kayak surprise aja jadinya,” cetus Abur yang tercatat sebagai satu-satunya personel asli yang masih memperkuat Spolenk.

spolenk

Roda Putar

Dalam pengonsepan musiknya sendiri, Abur menegaskan bahwa Spolenk tak pernah memproklamirkan diri sebagai band penggeber paham heavy metal. Karena menurutnya, masing-masing personel punya sumber referensinya masing-masing.

Bahkan ia sendiri justru mengulik album milik The Beatles yang bertajuk “Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band” (1967). “Progresinya berubah ekstrem, tapi musik kedengeran lurus-lurus aja. Jadi nyawa itu yang dibawa.”

Selain itu juga ada referensi dari band rock lawas macam Grand Funk Railroad dan Blood, Sweat & Tears.

Bahkan salah satu lagu dari band yang disebut terakhir didaur ulang Spolenk di “Come On”. Tepatnya yang bertajuk “Roda Putar”, terjemahan bebas dari judul aslinya, “Spinning Wheel”.

“Jadi nggak ada bener-bener band heavy metal buat rujukan pas lagi garap album ini. Kebanyakan band progresif 70-an yang underrated yang gue denger.”

Sedangkan personel lainnya, sedikit banyak juga menyuntikkan inspirasi yang beragam. Gitaris Mohammad Azmi (Ami) punya latar belakang grindcore dan baru kali ini memainkan musik seperti di album baru Spolenk.

Vokalis Bona Simatupang terinspirasi kuat dari musik-musik thrash metal, sementara Daniel Butar Butar malah bukan dramer rock. Ia lebih banyak aktif bermain musik untuk kebutuhan gereja.

“Makanya proses rekamannya ngalir aja, bebas, spontan dan nggak pernah dibatasi. Suka-suka mereka aja, asal nggak ‘lari’ dari benang merah Spolenk.”

Sebelum “Come On”, Spolenk telah meluncurkan tiga album penuh, berjudul “Never Die” (11 Juli 2022), “Shadow of Life” (20 Februari 2023) dan “The Legacy” (28 Mei 2024). (@mudya_mustamin/MK01)

Susunan lagu:

  1. Death Race
  2. Black Shadow
  3. Death Call
  4. Modern Slave
  5. Unreachable Dream
  6. The Beast
  7. In The Light Of Yesterday
  8. Lowest
  9. Coming Home
  10. Alone In The Dark
  11. Silent Crowd
  12. Dog Eat Dog
  13. FxlxA
  14. Roda Putar
  15. Three Black Birds Gone
  16. Distorsi Biru
  17. Sesat
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
dajjal
Read More

Dibangkitkan, DAJJAL Rilis “Obtuse”

“Kami memastikan telinga kalian tidak akan pernah merasa tenang,” seru Dajjal, menandai kebangkitannya, yang ditegaskan lewat perilisan lagu “Obtuse”.