MORBID: Reuni Atas Nama Musik Metal

Hampir tiga dekade vakum, kini Morbid melanjutkan hajatan reuninya dengan kembali melepas lagu rilisan tunggal terbaru bertajuk “Bayangan Hitam”.
morbid
MORBID

Morbid dikenal sebagai salah satu pionir musik cadas di Medan, Sumatera Utara sejak pertama kali menggeliat pada awal era 1990-an silam.

Mereka pernah menjadi suara keras generasi bawah tanah, dengan bermodalkan reportoar lagu-lagu beringas dari beberapa band mancanegara macam Metallica, Obituary hingga Sepultura.

Namanya semakin melesat ketika berhasil menggarap album “More Beat” berisi 13 lagu, yang dirilis dan diedarkan oleh label Prosound pada 1997 silam. Karya yang salah satunya melejitkan anthem bertajuk “On Death and Dying”.

Kini, usai ‘mati suri’ selama hampir tiga dekade, Morbid bangkit dari tidur panjang dan kembali menghujam lewat karya rekaman baru bertajuk “Bayangan Hitam”.

Sebelumnya, tepatnya pada 23 Januari 2026 lalu, Morbid telah memanaskan momentum reuninya tersebut dengan meluncurkan lagu rilisan tunggal berjudul “Tak Punya Hati”.

Diperkuat formasi gitaris Yanrike Siregar (Keykey), bassis Franz Ginting (Franslay), vokalis Sandy Siregar (Didi) dan dramer Ade Alfiansyah, Morbid tidak sekadar bernostalgia.

Mereka menghadirkan karakter bunyi yang lebih solid, agresif namun tetap mempertahankan ruh khas metal klasik yang membesarkan nama band bentukan 1991 silam tersebut.

“Bayangan Hitam” sendiri menjadi simbol perlawanan terhadap tindakan perundungan (bullying), persekusi hingga tekanan sosial yang kerap membuat seseorang merasa sendirian dan terpojok.

Lewat karakter musik heavy metal gaya lama yang agresif namun tetap dibalut pendekatan tata suara modern, “Bayangan Hitam” menghadirkan luapan emosi, amarah sekaligus kekuatan untuk bertahan.

Morbid ingin menyampaikan bahwa setiap manusia berhak melawan ketidakadilan dan tidak tunduk pada intimidasi dari lingkungan sekitarnya.

Di balik nuansa gelap dan riff yang keras, “Bayangan Hitam” juga membawa pesan tentang keyakinan dan harapan bahwa selalu ada kekuatan yang lebih besar yang menemani dan menjaga seseorang di tengah situasi paling sulit sekalipun.

Pesan tersebut menjadi benang merah yang membuat lagu ini tidak hanya terdengar garang, tetapi juga memiliki sisi reflektif dan emosional.

morbid

Soulmate, Relevan

Komposisi “Bayangan Hitam” dibangun dari berondongan riff gitar yang dibuat oleh Keykey, yang lantas disusun untuk menjadi sebuah aransemen lagu oleh Ade. Terakhir, diisi nada dan lirik oleh Didi.

“Setelah terasa pas maka kami rekam dram dan vokalnya di studio. Sedangkan untuk gitar, bass dan lain-lain kami kerjakan di home studio. Butuh waktu satu bulan sampai mixing dan mastering,” tutur pihak Morbid kepada MUSIKERAS.

Walau tertidur cukup lama, tapi bara dan energi musikal yang ingin digaungkan tetap konsisten di jalur yang mereka tancapkan sejak awal.

“Kami memainkan musik metal seperti kami memainkannya 30 tahun yang lalu, di era kejayaan thrash dan death metal. Agar relevan dengan perkembangan metal saat ini kami menggunakan sound-sound yang modern,” cetus mereka meyakinkan.

Tak heran, referensi mereka pun bergeming. Tetap berkiblat ke kegaharan musik metal era 90-an. “Begitu juga untuk vokal, berkiblat ke arah heavy metal seperti Iron Maiden, namun diberi sentuhan growl dan scream.”

Reuni Morbid juga mereka akui, terjadi lantaran para personelnya ingin melepaskan kerinduan dalam bermusik dan menciptakan karya. Juga kerinduan untuk bersatu lagi seperti dulu karena merasa sebagai soulmate dalam bermusik.

“Musik metal adalah jiwa kami dan Morbid adalah rumah kami,” cetus mereka menegaskan.

Usai menggaungkan “Bayangan Hitam”, Morbid tentu saja tidak langsung puas. Gelora semangat baru mereka telah ditargetkan berlanjut dengan perilisan beberapa karya rekaman yang terencana.

“Kami akan merilis minimal satu single tiap tiga bulan, dan sudah ada tiga lagu dalam tahap mixing, yang terdekat bulan Juli akan rilis. Untuk rencana album tidak tertutup kemungkinan, kita lihat saja nanti.”

Sejak 15 Mei 2026 lalu, “Bayangan Hitam” sudah bisa digeber via Holdfast Records di berbagai gerai digital. Termasuk dalam format video musik di kanal YouTube. (@mudya_mustamin/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
human target
Read More

HUMAN TARGET: Terasuki Black Metal

Dari Salatiga, Jawa Tengah, Human Target memanaskan jalannya menuju pelampiasan album mini (EP) lewat rilisan “No Evil / Refuge and Fortress”.