Sensasi Berkendara JENGGALA, Terluapkan di “Menantang Jarak”

“Sebetulnya kami semua sepakat bahwa heavy metal adalah musik paling gagah yang pengen kami mainkan. Namun sentuhan thrash, southern, stoner, d’beat hingga rock n roll sulit kami kesampingkan. Intinya, kami pengen main musik keras atau kencang tapi tetap mudah untuk dinikmati. Sehingga variabel pesan yang coba kami sampaikan juga bisa ikut diterima selain dari instrumennya itu sendiri.”

Pernyataan di atas, yang dituturkan kepada MUSIKERAS, adalah sebuah penegasan misi musikal dari band rock pendatang baru asal Bandung ini. Formula yang mereka maksud, sudah terlampiaskan lewat sebuah single debut bertajuk “Menantang Jarak”.

Bagi Jenggala, “Menantang Jarak” merupakan ekspresi para personelnya, yakni Lucky Yuthadhika Perkasa a.k.a. Lukas (bass), William Agathan (gitar), Asep Kurnia a.k.a. Usenk (dram) dan A.P. Saeful Bahri a.k.a. Pupu (vokal) dalam menikmati sensasi berkendara. Karena setiap perjalanan berkendara, menggunakan sepeda motor khususnya, bukan hanya sebatas mengendalikan mesin untuk mencapai tujuan. Tidak hanya sebatas ekspresi penuntasan hasrat menikmati tunggangan. Namun, merupakan bagian dari semacam proses pembelajaran. Membuka ruang penyadaran kita sebagai manusia, bagaimana rasa solidaritas, loyalitas, respect, disiplin, dan bahkan menyentil kepekaan kita sebagai manusia.

Selain itu, “Menantang Jarak” juga mencoba membuka pandangan dalam setiap perjalanan berkendara, bahwa sebetulnya kita melewati banyak persoalan. Bagi sebagian orang, mungkin dianggap hal lumrah, padahal itu cukup krusial. 

“Sebetulnya idenya cukup sederhana, hanya ingin berekspresi saat berkendara aja. Tapi kayaknya selain menikmati, saya sendiri suka ikut berpikir bahwa yang kita temui di jalan itu bukan hal biasa, dan itu jangan dianggap remeh karena bisa jadi itulah yang akan mengubah nasib kita atau nasib orang lain,” ujar Pupu yang menulis lirik “Menantang Jarak”, mencoba meyakinkan.

.

.

Lalu menyambung bahasan konsep musik yang disinggung di awal tulisan, “Menantang Jarak” disebut Jenggala sebagai suguhan rock yang mencoba berekspresi bebas tanpa terjebak dalam sub-genre. Namun, racikan irama khas southern dan rock n roll tampil cukup dominan. Tidak jauh dari referensi awal mereka saat terbentuk pada 2014 silam, dimana Jenggala mengawali gebrakannya dengan memainkan lagu-lagu milik unit keras dunia macam Down, Motorhead, Pantera dan Muncipal Waste.

 “Setiap orang bawa referensi dan warna berbeda, dan ya ini jadi rock-nya Jenggala. Ruh dari musik rock dan metal yang kami ambil. Yang terpenting, kami memainkannya nyaman dan menikmati, dan yang denger juga semoga bisa menikmati,” seru Lukas, mempertegas.

“Menantang Jarak” sendiri bakal menjadi single pembuka menuju perilisan album perdana Jenggala. Segala persiapan untuk album ini tengah diramu secara matang bersama tim dari rumah produksi Gema Rimba. “Kami lagi proses buat album. Soalnya kemarin waktu rekaman itu udah sekalian buat satu album penuh. Sekarang tinggal mixing dan mastering sambil menjajaki dirilis sendiri atau sama label.” 

Saat ini, single “Menantang Jarak” sudah bisa didengarkan melalui sejumlah layanan musik digital seperti Spotify, iTunes, Deezer dan YouTube Music. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *