AIDOAUDIO Cetuskan “Samar” yang Lahir di Persimpangan

Formasi band asal Bandung ini datang dari latar belakang genre berbeda,  seolah merepresentasikan organ tubuh yang saling menopang satu sama lain. Keberagaman hasrat musik personelnya lantas dikonversi menjadi kelebihan, dengan harapan agar menjadi kaya akan warna, suasana, dan ritme yang berbeda. Seperti yang telah tertuang lewat single debut bertajuk “Samar”.

Adalah Muhamad Farid Azhari – atau yang biasa disapa Aid – yang memulai gagasan menggulirkan Aidoaudio. Sejak hengkangnya ia dari unit melodic punk Closehead, butuh waktu lima tahun bagi Aid untuk bangkit dari tidur lelapnya. Hasrat berproduksi dalam lingkup musik lantas mendapat respon positif dari rekan musisinya, yakni gitaris Hinhin Agung Daryana (Nectura/Humiliation) dan bassis Rengga Ramayuda (Lose It All), plus bantuan Fadli di balik perangkat drum. 

Bagi Aid, Hinhin dan Rengga adalah dua sosok yang berada di banyak persimpangan. Berpengalaman pada jenis musik yang tidak itu-itu saja. “Dengan modal itu, peluang untuk membuat formulasi musik yang menggabungkan hasrat kami bertiga. Dengan itu juga, kami berharap dapat merangkul pendengar dari berbagai sisi dan sudut semakin terbuka,” urai pihak Aidoaudio kepada MUSIKERAS, merinci.    

Rilisnya single “Samar” dalam waktu singkat menunjukkan bahwa Aidoaudio seolah memang ditakdirkan untuk bersama. Prosesnya sendiri cukup unik. Secara pribadi, Aid juga baru mengalami proses yang diawali dengan mengaji lirik. Mereka bertiga berkumpul dan membahas cerita yang ingin disampaikan dalam lagu “Samar” tersebut. Tujuannya agar lebih bisa merasakan cerita di balik lagu dan bisa mewakili pesan tersebut ke dalam instrumen masing-masing. 

“Dari segi teknis kami bertiga tidak melewati proses latihan di studio, kami hanya menentukan struktur lagu saat briefing dan detail aransemen dilakukan di studio, mengingat ketidaksabaran kami untuk segera merilis ‘Samar’. Memang kami sadar bahwa itu tidak menjadikan karya ini ideal, tetapi kami melihat dari segi isu tentang keberadaann kami yang harus segera disebarkan ke publik.”

Selain dibantu Fadli, pengerjaan “Samar” juga melibatkan kontribusi Ucinoi dari unit indie rock Goodboy Badminton untuk isian dan ramuan sound bass. Sementara untuk mixing dan mastering dieksekusi oleh Azi, juga dari Goodboy Badminton.

Secara musikal, Aidoaudio menerapkan paduan instrumen dan sound yang terdengar seperti band-band Britania Raya, ditunjang diksi yang mudah diingat seolah memperlihatkan upaya Aidoaudio menjangkau audiens yang lebih luas. Intinya, secara musikal mereka berupaya memproduksi karya-karya ringan dan ramah di telinga musisi dan non musisi. 

“Maka dari itu pemilihan melodi, harmoni, dan isian berusaha ditata sedemikian rupa agar tidak terlalu berlebihan,” cetus mereka menegaskan.

Setelah perilisan “Samar”, Aidoaudio segera melanjutkan agenda untuk membuat album penuh, lalu tur, dan menggarap konten digital. Sejauh ini pengerjaan album sudah mencapai 70%. Lagu “Samar” kini bisa didengarkan (streaming) via berbagai platform digital seperti Spotify, Amazon Music, Apple Music dan Deezer. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *