PROLETAR Kembali Injak Gas, Rilis Tiga Album Sekaligus!

Menolak keras untuk berdiam diri, pejuang grind/crust senior asal Jakarta Selatan ini memilih terus menggulirkan karya-karya berbahaya. Baru saja merampungkan tur penayangan film dokumenter “Grind For Better Life” yang diadakan di 45 kota di seluruh Indonesia, kini Proletar yang telah berkarir selama lebih dari dua dekade ini kembali datang dengan sejumlah amunisi cadas. Tahun Ini, mereka telah mengumumkan bakal merilis tiga album sekaligus!

Karya rekaman pertama berjudul “The Beast Journey of PROLETAR : 1999 – 2020”. Paket ini akan memuat sebanyak 30 lagu terbaik Proletar yang dipilih dari materi awal band ini, saat memulai segalanya pada 1999 silam, hingga 2020. Keseluruhan materi tersebut sebelumnya sudah pernah diabadikan dalam berbagai format, seperti CD, kaset, piringan hitam dan digital.  Format kaset “The Beast Journey Of PROLETAR : 1999 – 2020” bakal dirilis oleh Rabonsick Records pada 5 Juli 2021 dalam jumlah terbatas, lalu diteruskan format CD yang akan ditebar mulai Oktober 2021 mendatang via kolaborasi beberapa label, seperti Shitresist Records (Singapura), Tarung Records (Indonesia) serta Overflod Records (Malaysia). 

Sebelumnya, tepatnya pada Juli 2021, Proletar yang kini dihuni formasi Ipuletar (gitar), Levoy Owen (dram/vokal) dan Nino Aspiranta (vokal) akan merilis “Resist, Raw & Grind”, sebuah album kompilasi yang merangkum 13 lagu pilihan, yang dicomot dari beberapa album split terakhir Proletar, album tribute, lagu baru serta beberapa trek yang belum pernah dirilis sebelumnya. Album kompilasi ini akan dirilis dalam format CD dan kaset oleh Geraksilang Production dari Malaysia. 

Nah, yang terakhir adalah “Manic Disorder”, sebuah album studio terbaru dari Proletar. Bakal ada 22 komposisi fresh yang telah selesai direkam beberapa waktu lalu. Rupanya, jumlah lagu tersebut disesuaikan dengan usia band saat ini. Rencananya, “Manic Disorder” bakal dirilis sepaket (bundling) dengan DVD film “Grind For Better Life”. Dua single dari album terbaru ini, yaitu “Sinner’s Bleed“ dan “Martelaar“  akan dilepas-liarkan bulan depan, termasuk video musiknya.

.

.

Saat menggarap “Manic Disorder”, Proletar memaksimalkan tiga studio untuk mengeksekusi proses rekamannya. Isian dram dilakukan di studio K, Pondok Gede, bekerja sama dengan Mas Yudha untuk menangani sound tiap-tiap channel-nya. “Berharap ambience sound yang dihasilkan natural dan heavy,” ujar Ipuletar kepada MUSIKERAS, mewakili bandnya.

Selanjutnya, rekaman untuk departemen gitar dan bass dilakukan di Apache Studio, Bekasi, dengan target racikan sound yang simpel, namun heavy dan raw. Mereka menggunakan perangkat Kemper profiling amp dalam mencari sound yang diinginkan. Lalu untuk departemen vokal, rekamannya dirampungkan di Jalak Studio, Bintaro, dengan mempercayakan Dhani (Trauma) untuk menangani teknis perekaman, sekaligus mengeksekusi pemolesan mixing dan mastering keseluruhan materi.

“Saat ini masih proses mixing. Untuk proses recording kami menyesuaikan waktu dari masing-masing personel. Mulai rekaman dram tanggal 3 Februari,  selesai terakhir vokal tanggal 30 Mei (lalu).” 

Proletar yang terbentuk pada April 1999 silam ini menjanjikan, pastinya bakal banyak kejutan di album “Manic Disorder” tersebut. Beragam genre yang mereka masukkan di tiap lagu, mulai dari elemen doom/sludge, stoner, punk rock hingga death metal. Namun yang pasti, tentunya keseluruhan tetap diikat oleh benang merah yang sama, yakni grind/mince/crust.

“Yang pasti, di album ini, riff-riff gitar kembali ke era 2004-2005, seperti dari beberapa rilisan EP ‘War Against the New World’, ‘Universal Ideas’ dan ‘Physical and Mental Torture’ yang masih kental dengan hardcore punk,  dengan penambahan elemen-elemen genre lain di dalamnya. Dari segi sound masih terpengaruh ke band-band old school grind/gore Czech Rep dan raw-nya band-band crusty Amerika. Bagian vokal growl/guttural dari Nino dipadu dengan scream dari Levoy. Kita akan dengar keliaran di bagian vokal nanti,” seru Ipul lagi, menjanjikan.  

Ya, rentetan rilisan yang patut ditunggu! (mdy/MK01) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
gabrielle
Read More

GABRIELLE: “Metal Menarik dan Seru!”

Usai terapkan elemen alternative/gothic rock di lagu debutnya, kini Gabrielle ‘pindah alam’ ke ranah metal ekstrem lewat album mini (EP) “Animals”.
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!