Bisa dibilang, trio ini lahir untuk menjawab antusiasme ‘SIO Squad’ – sebutan untuk para penggemar unit post-hardcore Slap It Out – yang sangat tinggi. Apalagi, band asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah tersebut sudah lama tertidur. Nah, kini Slap It Out kembali dibangkitkan, lewat reuni dua personelnya, yakni vokalis Faizal ‘Ical’ Permana dan gitaris Pras Goldinantara dalam sebuah identitas baru bernama 510. Di rumah baru ini, keduanya juga diperkuat oleh dramer Winaldy Senna.
Lalu apa arti nama “510”? Selain merupakan plesetan huruf inisial Slap It Out, mereka juga menyebut nama itu diambil dari makna ‘angels numbers’. “Bisa diartikan ‘jika kita terus bergerak ke arah yang sama, tujuan yang diinginkan akan mudah dijangkau’,” ujar pihak band kepada MUSIKERAS, berfilosofi.
Tahun ini menandai lahirnya 510, dan telah dikukuhkan lewat peluncuran single debut bertajuk “Alive” sejak pertengahan Juni 2021 lalu. “Alive” sendiri bukan sepenuhnya lagu baru, melainkan sebuah nomor daur ulang milik Slap It Out yang pernah dirilis pada Juni 2018 lalu. Kebetulan, lirik lagunya sebagian besar ditulis oleh Ical, dan hak kepemilikan lagu itu juga dipegang oleh Ical dan Pras.
.
.
Eksekusi perekaman “Alive” sendiri dilakukan secara mobile, dimana Ical dan Pras mengisi vokal dan instrumen gitarnya di Bandung. Sementara Winaldy melengkapi rekaman beberapa instrumen di Mojokerto, Jawa Timur. Termasuk untuk pemolesan mixing dan mastering.
Dari segi musikal, “Alive” garapan 510 lebih terdengar lebih atraktif dan groovy dibanding versi sebelumnya. Sektor ritmik lebih kompak dan padat, yang menambah kesan agresif di lagu tersebut. Lalu oleh Winaldy yang dipercayakan mengolah teknis penataan sound, “Alive” dikemas sedemikian rupa agar masih terdengar nyaman di pendengaran umum, namun masih kental akan kegaharan rock serta agresivitas hi-gain.
“Untuk musik 510 sekarang, secara general lebih ke arah modern rock. Dan kalo gue pribadi nggak bisa mengotakkan genre 510 secara spesifik, karena di album 510 nanti, gue, Pras dan Winaldy bereksperimen dengan berbagai macam genre. Jadi nanti bakal ada lagu yang ballad, ada yang super duper heavy dan ada yang uplifting seperti ‘Alive’. Dan kami juga berencana untuk berkolaborasi dengan salah satu musisi yang bisa dibilang lintas genre nantinya. So, tungguin aja,” urai Ical semangat.
Walau memulai agresinya lewat single daur ulang milik Slap It Out, namun 510 memberi penegasan bahwa lagu-lagu selanjutnya bakal didominasi karya baru. Lagu “Alive” sendiri hanyalah semacam nostalgia Ical dan Pras bersama SIO-Squad. “Karena nggak dipungkiri awal mula 510 adalah Slap It Out itu sendiri, dan SIO-Squad adalah bagian dari Slap It Out.”
Sambil mempromosikan “Alive” lewat berbagai kran digital, 510 juga tengah menggarap materi album, yang saat ini sudah mencapai 60-70% menuju rampung. Hanya tersisa sentuhan dari masing-masing personel.
Di luar 510, Ical saat ini juga masih tercatat sebagai vokalis KILMS, Pras masih tergabung di band emo asal Bandung, For Revenge, sementara Winaldy di unit modern rock asal Yogyakarta, Alectrona. Kendati demikian, mereka meyakini pengaturan jadwal tidak akan menjadi masalah. Karena menurut Ical, pekerjaan utama mereka semua adalah musisi.
“(Jadi) Ya fokusnya bakal di musik. Gue pribadi sama sekali nggak keberatan dengan berbagai macam band atau project yang gue jalani sekarang, karena gue hidup di musik. Gue merasa sanggup dengan itu semua, ya gue jalanin sepenuh hati.” (mdy/MK01)
Hahaha…. Saya bodoh
Hei Yusli, kontol kamu.