Di tengah badai pandemi, bukan perkara mudah untuk mengumpulkan personel dalam sebuah untuk melahirkan karya. Pun mencari studio yang bisa digunakan untuk rekaman mengingat banyaknya pertimbangan dari sisi kesehatan serta efisiensi biaya. Situasi inilah yang dialami Mahir & The Alligators saat ingin mendaur ulang karya lagu mereka yang bertajuk “Rock N’Roll Abiiss”. Berderet ‘drama’ yang harus dilalui, termasuk di antaranya adanya insiden personel yang terpapar Covid-19.
Namun tekad untuk merampungkan single “Rock N’Roll Abiiss” tidak runtuh. Demi mengejar target kualitas audio yang optimal dan layak dinikmati, maka pada 25 Juni 2021 lalu, single itu pun dapat dirilis. Sebelumnya, “Rock N’Roll Abiiss” sudah sempat tersaji di album kompilasi “The Lingers” (2015) yang diproduseri oleh Amiroez, salah satu vokalis Elpamas. Namun saat itu, “The Lingers” yang diproduksi dalam format fisik berupa CD hanya diedarkan dalam jumlah terbatas.
Adalah tawaran dari Amiroez pulalah – yang berniat merilis ulang materi lagu tersebut ke platform digital – membuat gitaris Antonius Mahir Mayanto terpikir untuk mengeksekusi ulang rekaman “Rock N’Roll Abiiss”. “Saya sampaikan ke beliau, saya mau upload materi tersebut tetapi harus di-take ulang menyesuaikan dengan musikalitas kami yang sekarang. Tentu saja harus mixing dan mastering ulang juga,” ujar Mahir kepada MUSIKERAS.
.
.
Single “Rock N’Roll Abiiss” sendiri diciptakan dan diaransemen Mahir pada 2007 silam, bersama Rangga Pradasma yang pada saat itu menjadi vokalis Mahir & The Alligators. Setahun kemudian, liriknya mengalami sedikit revisi bersama Barep Taslam, vokalis pengganti Rangga. Tapi di versi terbaru “Rock N’Roll Abiiss”, tugas vokal dipercayakan kepada Denny Tewe. Sementara di pengisian instrumentasi, ada kontribusi musisi yang juga tercatat sebagai anggota Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri, Bripka Nuryadin Ismail yang mengisi isian slide guitar. Lalu untuk mengentalkan rasa blues di lagu tersebut, Mahir juga mengajak Genta Pratama sebagai pemain harmonika. Selain mereka, Mahir & The Alligators kini juga diperkuat oleh Steven Pasaribu (bass) dan Indra Fahmi Hakim (dram).
Saat rekaman, Mahir yang juga berprofesi sebagai pengacara ini mendapat bantuan teknis dari gitaris Josh Heroe, serta dari Angga Irwan – juga seorang gitaris yang piawai dalam urusan audio engineering – untuk memoles mixing dan mastering. Untuk studio rekaman, Mahir lagi-lagi memanfaatkan fasilitas bantuan, kali ini dari Korsik Mako Korps Brimob Studio.
Di single “Rock N’Roll Abiiss” ini, sangat merepresentasikan referensi rock para musisinya. Tak jauh-jauh berkisar pada wilayah classic rock era ‘70an hingga ‘80an seperti Led Zeppelin, Aerosmith, Guns N’ Roses, Velvet Revolver, Stevie Ray Vaughan, Jimi Hendrix, AC/DC, The Rolling Stones, Deep Purple, Van Halen hingga Eric Clapton dan tentunya Robert Johnson. Lalu juga ada pengaruh dari musisi lokal macam Boomerang (era vokalis Roy Jeconiah), Slank, Edane, God Bless, BIP dan Powerslaves.
“Saya dan Denny Tewe suka Led Zeppelin, Aerosmith dan Guns N’ Roses. Pokoknya band-band rock yang unsur bluesnya masih sangat kuat, mau yang metal atau pun rock n’ roll. Kalau (bassis) Steven malah suka band-band metal seperti Slipknot dan Megadeth. Indra malah sebenarnya seorang dramer jazz, tapi karena sering main bareng kami otomatis harus ngulik lagu-lagu ber-genre blues dan rock. Kalau Bripka Nuryadin dan Genta memang sehari-harinya dengar blues dan lengket di telinga mereka,” seru Mahir lagi, semangat.
Setelah perilisan single “Rock N’Roll Abiiss”, Mahir segera menyiapkan materi lagu berikutnya yang bahkan sudah merampungkan tahapan mixing dan mastering. Ada rencana menuju perilisan album juga, namun mereka ingin mengumpulkan materinya secara bertahap, sekaligus sebagai uji pasar untuk mengetahui kecenderungan selera pendengar mereka.
Yuk, dengarkan “Rock N’Roll Abiiss” yang sudah bisa ditemui di berbagai platform digital seperti Spotify, iTunes, Deezer, Amazon Music, Joox, KKBox, Qobus dan Tidal. (mdy/MK01)