Geber “Promo 2021”, HUMINOID Tajamkan Eksplorasi Metallic Hardcore

Masa pandemi membuka peluang bagi unit metallic hardcore asal Manado, Sulawesi Utara ini untuk terus bereksplorasi selebar-lebarnya. Dua personel baru mereka tambahkan dalam formasi untuk menopang niat itu, hingga berhasil menghasilkan sebuah karya rekaman demo lagi, bertajuk “Promo 2021”.

“.foratrashlikeyou” adalah lagu pembuka di terjangan Huminoid kali ini. Sebuah komposisi berdurasi lebih dari semenit berisi suara elektronika dan sampling yang langsung menunjukan suasana yang sempurna untuk membuka promo tersebut. Lalu disusul lagu kedua, “Self Made God”, sebuah trek singkat yang sarat amarah yang dilengkapi manuver breakdown akhir yang catchy. Lantas lanjut ke “Nothing New” yang menawarkan sesuatu yang lebih, melalui penggunaan sampling yang lebih bervariasi. Dari sisi musik lebih berfokus pada entakan moshing serta panic chords, sementara dari segi lirik meneriakkan kemarahan, depresi, dan penyalahgunaan kekuasaan.

Sebelumnya, tepatnya pada awal Oktober 2020 lalu, Huminoid juga telah menetaskan paket demo berjudul “All Hell Broke Loose” yang didistribusikan via Moshpit Records, berisi tiga amunisi brutal berjudul “505//454”, “All Hell Broke Loose” dan “Drown In Your Crave”.

Benang merah “Promo 2021” sendiri, bisa disimpulkan sebagai terapan konsep tata suara atau musik yang baru bagi Huminoid, dimana para personelnya: Luky Ibrahim (vokal), Matthias Kaunang (gitar/vokal), Mario Sarayar (bass), Zacky Jan (dram) serta personel baru Fernando Ganggali (gitar) dan Adrian Lihawa (sampling/sound design) memadukan energi dari breakdown hardcore dan two-steps, yang diwarnai kegelapan riff death metal serta suasana keseraman dari suara elektronik dan sampling.

.

.

Bagi Huminoid, musik hardcore sangat luas dan tidak terpaku pada satu style saja. Karena kodrat musik ini memang lebih mengacu kepada ethos, pesan, dan semangatnya. Mereka bisa bermain dan berekspresi ke style yang beragam, juga mengambil referensi dan ide-ide fresh tanpa takut untuk ‘terkotak-kotakkan’ pada suatu gaya musik tertentu.

“Bagi saya pribadi, hardcore sangatlah melekat pada hidup saya, dari gaya hidup straight edge sampai ethos kerja do it yourself yang saya pelajari dari hardcore. Banyak band yang kami dengar dan ter-influence yang ternyata roots-nya pada musik hardcore juga. Dan kebetulan kami mengambil banyak referensi dari band dengan bendera ‘metallic hardcore’ akhir ‘90an sampai awal ‘2000an seperti Buried Alive, Morning Again, Turmoil, Disembodied dan lain-lain,” urai Matthias kepada MUSIKERAS, menajamkan defenisi konsep musik Huminoid.

Tapi lebih jauh, Matthias juga menyebut band-band asal Amerika Serikat lainnya seperti Code Orange, Sanction, Vein, Harms Way sampai Slipknot dan Suicide Silence juga turut menjadi acuan musikal Huminoid, hasil leburan referensi dari tiap personel.

Materi ‘Promo 2021’ sendiri, sebagian besar telah ada demonya sejak 2020 lalu, dan kemudian pada proses rekaman dirampungkan kembali bersama dengan ketambahan personel baru. Keseluruhan proses rekaman hingga mixing, dilakukan dengan arahan sang gitaris, Matt secara mandiri (do it yourself) di beberapa tempat berbeda. Tapi khusus untuk mastering diserahkan kepada Madfuka Studio di Malang. Oh ya, sebagai trivia, kebiasaan awal Huminoid untuk mengeksekusi rekaman vokal di dalam mobil kembali diterapkan di “Promo 2021” untuk mengurangi biaya studio.

Sambil menjalani prosesi perilisan “Promo 2021”, Huminoid kini juga tengah memasuki tahapan mixing dan mastering sebuah single baru, serta kemungkinan besar juga menuju ke penggarapan album mini (EP).

“Promo 2021” sudah bisa ditemukan di berbagai platform digital. Sementara untuk rilisan fisiknya bakal tersedia melalui Moshpit Records dalam format CD, lalu United Stance Records untuk versi kaset dan label dari Amerika Serikat, Paper Wings Records untuk kaset dan CD. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *