Sambut DRIVEN BY ANIMALS yang Lebur Rock Progresif dengan Tata Cahaya Panggung

Proyek mangkrak yang sempat dicetuskan satu dekade lalu akhirnya menemukan nyawanya kembali di masa pandemi ini. Ya, Driven By Animals (DBA) ini tadinya berawal dari sebuah band yang digerakkan oleh gitaris Budi Rahardjo – atau yang lebih dikenal dengan nama Budi Drive – bersama Dygo Pratama yang juga menghuni band Drive, lalu Lulud Pambudi, Demas dan Ario dari The Adams.

Namun usai merekam beberapa lagu, terjadi beberapa masalah di tubuh band pop rock Drive yang akhirnya berujung pada terlantarnya proyek DBA. Hingga pada 2019 lalu, adalah Yoni Wijoyo yang lebih dikenal sebagai seorang perancang tata lampu untuk pertunjukan panggung mengajak Budi untuk membentuk sebuah band. Di momen inilah tercetus ide untuk kembali menghidupkan DBA hingga melahirkan single rock segar yang sedikit berkontur progresif bertajuk “Semua Boleh Jadi Presiden”.

Sebenarnya ada tiga lagu yang digarap DBA – yang juga dibantu Dygo, Lulud, Achmad ‘Riri’ Fazriyansyah (dram), Gabriel Hansen Djuhali (gitar) serta Adhitya Pratama yang dipercayakan mengisi bass di rekaman single – selama menjalani produksi di masa pandemi. Lagu-lagu tersebut merupakan komposisi instrumental yang sebenarnya disiapkan Budi untuk proyek solo. Namun karena ada pergeseran gagasan, jadilah karya tersebut diberi lirik untuk kebutuhan konsep DBA. 

Khusus di lagu “Semua Boleh Jadi Presiden”, perombakan berkali-kali terjadi di bagian orasi, yang dieksekusi oleh Budi dan Lulud. Nama terakhir juga ditunjuk sebagai pengarah musik rekaman DBA ini.

“Karena kami maunya tetap obyektif,” cetus Budi kepada MUSIKERAS, mengemukakan alasan. “Kami sadar lirik DBA ini kritik sosial, jadi mesti hati-hati. Sewaktu-waktu bisa saja ada yang ngajak debat gara-gara isi lirik. Walau sekilas kayak marah-marah, sebenarnya lagu ini hanya memotret fakta interaksi sosial masyarakat kita. Dan sebagian orang kadang nggak suka ditampar oleh fakta.” 

.

.

Proses rekaman “Semua Boleh Jadi Presiden” terjadi pada Maret 2021 lalu, dilakukan di Teman Main Musik Studio, Bekasi. Dan menurut Budi, akhirnya hanya ada dua lagu yang dirampungkan, menyesuaikan dengan konsep video full-lighting yang akan disiapkan Yoni.

Oh ya, tentang unsur tata lampu itu sendiri, lantas menjadi salah satu nadi dari penampilan panggung DBA nantinya. Bahkan kini mereka menyebut konsep musiknya dengan sebutan ‘lighting rock’.

“Kami kompakan maunya manggung dengan konsep lighting mewah ala Nine Inch Nails. Mumpung ada pawang lighting kenamaan Yoni Wijoyo,” seru Budi lagi semangat.

“Dari segi desain, konsep lighting DBA akan berusaha se-custom mungkin. Untuk pemilihan jenis lighting juga ada beberapa yang kami request terutama untuk backlight. Untuk masing-masing lagu pastinya diprogram dengan treatment (lighting) yang berbeda-beda,” imbuh Yoni yang juga berperan mengolah unsur synthesizer di lagu “Semua Boleh Jadi Presiden”.

Beberapa band rock kelas dunia seperti Mastodon, Refused, Fu Manchu, Mars Volta dan Incubus menjadi acuan utama racikan instrumentasi di “Semua Boleh Jadi Presiden”. Walaupun di sisi lain, Budi juga menegaskan hal itu terjadi tanpa disengaja.

“Tapi orang yang familiar dengan lima band itu mestinya setuju abis (jika) dengerin lagu ini. Unsur tuning-nya Mastodon, ritmiknya Refused, fuzz-nya Fu Manchu, electronic vibes-nya Mars Volta dan shuffle funk ala Incubus.”

Di akun Instagram pribadinya, Budi juga menyinggung soal ide brilian yang ia dapatkan dari Mastodon, khususnya untuk isian gitarnya. “Low-tuning ternyata sedap banget buat sound fuzz, tapi saya nggak suka pakai gitar 7-strings. Maka terpujilah Brent Hinds dengan berbagai macam 6-strings low-tuning-nya.” 

Video musik untuk “Semua Boleh Jadi Presiden” sudah bisa disaksikan di kanal YouTube atau di halaman artikel ini. Di situ terlihat terapan penataan cahaya panggung yang dirancang Yoni Wijoyo beserta tim Indonesia Lighting Project (ILP) dan Thunder Production. 

Sejauh ini, DBA juga sudah menyiapkan satu lagu lagi yang bakal menjadi single berikutnya. Namun untuk album mini (EP) belum terpikirkan, karena mereka menunggu kondisi permusikan membaik dan kondusif. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *