HIGH-X Sebarkan “Hoax” untuk Gairahkan Rock

Kerap kita dengar, orang-orang memekikkan ‘rock tak pernah mati’. Dan memang kenyataannya tak pernah mati. Di berbagai belahan dunia, rock tetap mengudara dan perkasa, dengan beragam karakter. Bersanding dengan ‘adiknya’, yakni metal. Tidak jauh beda di Indonesia. Bahkan sejak internet mulai menjadi kebutuhan primer di masyarakat, jumlah band yang menggemuruh di ranah rock pun ikut

Ruang Gelap dan Cerita Horor di Single MATTERPRETATION

Terlibat di tiga proyek band yang keseluruhan tergolong berkontur cadas, yaitu D’Ark Legal Society, Down For Life dan Pentagressive membuat Mattheus Amadeus Aditirtono merasa perlu sedikit bergeser ke luar garis untuk menyalurkan ekspresi egonya sendiri sebagai musisi. Dan kini, hasil dari kesendiriannya telah menelurkan sebuah single baru bertajuk “In a Dark Room”. Sebelumnya, pada 2020

Yuk, Saksikan Konser Spektakuler “48 Tahun GOD BLESS”, 31 Agustus 2021 Mendatang

Terpaan musibah pandemi Covid-19 telah menghantam dunia hiburan panggung, membuat bisnis tersebut nyaris mati suri. Kondisi memprihatinkan itu membuat banyak kalangan berusaha memutar otak mencari solusi agar dunia showbiz tidak benar-benar hancur. Salah satunya Rockinlilo, promoter yang akhirnya berani melesatkan gagasan menggelar konser berskala besar di era pandemi. Pada Selasa, 31 Agustus 2021 mendatang, Rockinlilo

BEYOND SYMPHONIC Bangkitkan Rock ‘90an dengan Kontur Progresif

Berawal dari projek ‘solo’ dari dramer Hendika Dwi Prasetyo pada 2019 lalu, dimana kontur progresif dikombinasikan dengan nuansa orkestra serta etnik. Namun karena keterbatasan sumber daya manusia dan susah untuk mengaplikasikannya secara live, maka tahun berikutnya Hendika pun membentuk formasi yang diperkuat tujuh personel. Itulah cikal bakal lahirnya Beyond Symphonic yang mencoba menyumbangkan geliat di

SHELLIN: “Progressive Rock Istimewa karena Unsur Eksplorasinya.”

Berkubang di kedalaman riak musik progresif memberi kepuasan tersendiri bagi unit penganut progressive rock asal Malang, Jawa Timur ini. Karena secara definisi dan prakteknya, genre progresif memberikan kebebasan yang sangat luas bagi mereka dalam bereksplorasi. Sebuah kemerdekaan sebagai musisi, yang akhirnya bisa mereka lampiaskan secara nyata di album rekaman perdananya yang bertajuk “Bhaskara”. “Secara garis

Imajinasi TRODON dan Kegagahan Penunggang Naga

Dengan kendaraan rock berkontur progresif, kuartet asal Jakarta ini selalu berusaha menyuguhkan komposisi musik instrumental yang diharapkan bisa  membawa imajinasi pendengarnya. Trodon telah memulainya lewat single “Khalamith” yang telah diluncurkan pada 14 Agustus 2020 lalu. Dan kini, sebuah karya rekaman baru bertajuk “Dragon Rider” kembali menerapkan formula tadi. Single yang diciptakan pada 2017 lalu tersebut,

BRAINJUICE PARLOR Kembali dengan Keseruan Post-Apocalypse

Walau terbentuk di era yang serba digital, tapi unit rock asal Jakarta yang digerakkan formasi Dustin D. Brilliant (vokal/dram), Romi Rheza (gitar) dan Ilham Dharma (bass) ini memilih mengeksplorasi segala sisi musik dari era ’60an hingga ‘70an. Brainjuice Parlor yang mulai menggeliat pada 2013 lalu menyerap pengaruh dari band-band seperti Cream, Thin Lizzy, Pink Floyd

MATHOLOGY Rilis Komposisi ‘Baper’, “Vellichor Monachopsis”

Setahun lebih sejak merilis EP debut mereka, “Crayon”, kini unit progressive rock instrumental Mathology kembali ke dapur rekaman dan menggodok materi untuk album berikutnya. Namun sebelumnya, single per single akan dirilis terlebih dahulu untuk menyiapkan jalur ke arah itu. Sebagai pembuka, band yang terbentuk pada Februari 2019 ini telah melepas single terbaru bertajuk “Vellichor Monachopsis”

Jelang “MMXX”, SONS OF APOLLO Luncurkan “Goodbye Divinity”

Unit progressive rock Sons of Apollo (SOA) melanjutkan perjalanan dinamisnya. Menyusul kesuksesan album debut “Psychotic Symphony” yang dilepas pada Oktober 2017 lalu, kini formasi kolaborasi para musisi rock berlevel gawat – yakni dramer Mike Portnoy (The Whinery Dogs, Dream Theater), kibordis Derek Sherinian (Dream Theater), bassis Billy Sheehan (Mr. Big, The Winery Dogs), Ron “Bumblefoot”

Semangat di Balik Kerumitan “KONSER MUSIK GAGAH”

“Musik progressive memang rumit. Mulai dari lagunya rumit sampai kelakuan orangnya pun rumit. Tapi mereka orang-orang yang sangat skillful. Sayang jika tidak ditampilkan.” Itu pernyataan dari Kadri Mohamad, penggagas Konser Musik Gagah yang berlangsung di Titan Center, Bintaro, semalam (26/10), mewakili seluruh musisi yang terlibat, yang merupakan bagian dari Komunitas Musisi Progressive Indonesia Maharddhika. Ya,

TOOL Menggila!

Unit progressive rock paling diantisipasi kehadirannya tahun ini, TOOL akhirnya benar-benar bangkit dari tidur panjang. Sebuah penantian yang tidak sia-sia. Karena album terbarunya, “Fear Inoculum” yang dirilis 13 tahun setelah album “10,000 Days” langsung mendapatkan sambutan menggegerkan, dan bahkan berhasil menerobos peringkat puncak album terlaris di Amerika Serikat versi Billboard 200. Tidak tanggung-tanggung, “Fear Inoculum”

Inilah Sketsa Musik Masa Depan ROLLFAST

“Satu sisi kami tetap ingin memperlihatkan energi melalui materi yang ‘bangers’ dan keseruan-keseruannya. Di sisi lain, dalam bermusik, kami butuh ketenangan, feeling baru yang kami eksplorasi dari rutinitas kami yang repetitif.” Kira-kira seperti itulah target kreativitas yang dicanangkan Rollfast untuk album keduanya. Dan itu tergambar jelas di video “Rollfast: Skets – Live at Puri Agung

KATZENMEISTER Tegaskan Identitas di Single “Dakhma”

Sebagai band baru, tak jarang terjadi kegalauan dalam menentukan arah musikal yang bisa meyakinkan batin bagi keseluruhan personelnya. Apalagi jika direksi musik yang dituju sarat idealisme pekat. Tak percaya? Tanyakan hal itu kepada Katzenmeister, unit kolektif hard-rock asal Bandung yang banyak membubuhi olahan musiknya dengan elemen progresif. Tahun lalu, band yang dihuni Alexandra Regina (vokal),

KATZENMEISTER Perkenalkan Single Progressive Rock

Dari Bandung, satu lagi unit rock yang menggairahkan lahir. Bernama Katzenmeister, dan dihuni gabungan musisi yang pernah tergabung di band lokal seperti Vincent Vega, Baby Eats Crackers, Sarasvati, These R Fake, Ellipsis, Sweetyard dan DFFC. Mereka sepakat tampil beda dalam konteks musikal, dimana nuansa hard-rock mereka leburkan dengan kontur progressive-rock yang agresif. Lewat sebuah single

COHEED AND CAMBRIA akan Rilis Album via Roadrunner Records

Lebih dari dua tahun sejak merilis “The Color Before the Sun”, Coheed and Cambria akhirnya kembali mengibarkan sinyal perilisan album baru. Untuk mewujudkannya, kali ini band asal New York, AS yang melebur elemen progressive rock, pop, heavy metal, dan post-hardcore tersebut bekerja sama dengan label termasyhur, Roadrunner Records. Sebelumnya, band yang dimotori formasi Claudio Sanchez

MASTODON dan FOO FIGHTERS Bersinar di Grammy Awards 2018

Setelah empat kali tercatat di deretan nominasi Grammy Awards, akhirnya unit progressive rock yang terbentuk sejak awal 2000an, Mastodon berhasil ‘pecah telur’. Di pembacaan pemenang penghargaan Grammy ke-60 yang berlangsung di Madison Square Garden, New York AS pada pagi ini (29/1) – atau Minggu (28/1) malam waktu setempat – Mastodon berhasil memenangkan kategori “Best Metal

OF MICE & MEN Ikut Daur Ulang Lagu Milik PINK FLOYD

Jejak Avenged Sevenfold yang mendaur ulang lagu “Wish You Were Here” milik band rock progresif legendaris Pink Floyd pada Oktober 2017 lalu kini diikuti oleh Of Mice & Men. Unit metalcore asal California, AS tersebut baru-baru ini merilis single terbaru berjudul “Money”, yang juga merupakan komposisi cover milik Pink Floyd. Versi asli lagu “Money” termuat

Lagi, Artefak Rekaman SHARK MOVE Dirilis Ulang

“Ghede Chokra’s”, satu-satunya album milik pionir rock progresif Indonesia, Shark Move, kembali dirilis ulang. Kali ini oleh Rockpod Records – label rekaman Indonesia yang memiliki beberapa cabang di luar negeri – bekerja sama dengan label rekaman Amerika Serikat, Outer Battery Records. Album ini dirilis ulang dalam format piringan hitam (vinyl) pada 8 Desember 2017 lalu

DREAM THEATER Kini Seatap (Label) dengan MIKE PORTNOY

Setelah mengikat kerja sama sejak perilisan album “Systematic Chaos” pada pertengahan 2007 silam, unit progressive metal asal Amerika Serikat, Dream Theater akhirnya menyatakan perpisahannya dengan label Roadrunner Records. Dan untuk perilisan album studio berikutnya, formasi John Petrucci (gitar), John Myung (bass), James LaBrie (vokal), Jordan Rudess (kibord) dan Mike Mangini (dram) telah memilih bergabung dengan

“Once Upon A Time… A Concert by MONTECRISTO” Diabadikan dalam DVD

Sebuah karya, apa pun bentuknya, layak untuk diabadikan, dengan harapan bisa menginspirasi atau berguna bagi orang banyak. Seperti yang dilakukan unit progressive rock asal Jakarta, Montecristo. Konser mereka yang bertajuk “Once Upon A Time… A Concert by MONTECRISTO”, yang digelar Exodus Lounge, Kuningan City Mall, Jakarta beberapa bulan lalu telah dipatrikan ke dalam sebuah kepingan