MUCHLIS IN ENGLISH Tebar Keanehan dalam Skena Punk

Kedua personel duo ini, yakni bassis Dechan Martawidjaja dan vokalis Zaki Asshiddiq menyebut keseharian mereka cenderung ‘aneh’. Atau dalam bahasa Inggris bisa disebut dengan istilah ‘nerd’. Sehingga ketika tercetus gagasan untuk membentuk band, karakter nerd itu pun dijadikan sebagai benang merah. Seperti yang tertuang di album mini (EP) debut mereka yang bertajuk “Nerdy Punk”, yang dirilis pada 27 Agustus 2021 lalu.

“Pengambilan ‘Nerdy Punk’ sebagai judul EP kami ini (memang) didasari oleh hari-hari kami yang nerd. Maka dari itu kami yakin dengan mengusung karakter nerd dalam proyek ini semoga bisa jadi gebrakan. Setidaknya buat kehidupan kami sendiri,” ujar Muchlis in English – atau yang bisa disingkat menjadi MIE – menjelaskan.

Sesuai judulnya, punk memang dijadikan tipe amunisi yang diberondongkan duo punk asal Bandung, Jawa Barat ini, yang lebih banyak terinspirasi punk era ‘80an.

“Secara sound dan materi, konsep kami yang ada pada EP ‘Nerdy Punk’ ini mengambil nuansa punk era ‘80an ala Minor Threat, Circle Jerks, Lumpy & the Dumpers dan MILK,” cetus mereka kepada MUSIKERAS.

Ada enam lagu yang menyesaki “Nerdy Punk”, yaitu “12/100”, “That’s Why?”, “Nerdy Cat (Muchlis)”, “CeCe”, “Rela Party Demi Nasi” dan “au”. Keseluruhan direkam secara langsung (live recording) di Bass Studio, Bandung. Dalam pengeksekusian musiknya, MIE dibantu putra daerah asal Bogor yakni Daryl Gema (Hadd/Peel/Sugarkane) serta Dimas K. Putra dari Nagasari Sludge untuk isian instrumen gitar.

“Karena materi ini digarap secara live recording, pasti selalu ada tantangan pada teknis. Seperti yang kami alami, mulai dari feedback yang mengganggu, sound yang banyak bocor hingga rantai hi-hat sempat putus juga.”

.

.

Lewat “Nerdy Punk”, MIE yang terbentuk pada akhir 2020 ini ingin berceritakan tentang keseharian Muchlis si tokoh fiksi yang ‘aneh’, mulai dari pekerjaan, rutinitas sehari-hari, peliharaan, hingga persoalan asmaranya. “Kami ingin berbicara tentang kesetaraan, dimana orang yang dianggap aneh oleh lingkungannya pun mempunyai hak untuk berkomentar terhadap orang lain.”

“Nerdy Punk” saat ini telah tersedia di berbagai platform digital seperti Apple Music, Spotify, Deezer, Bandcamp dan YouTube.  Tapi, jika tersiram rejeki, MIE berniat akan merilis kemasan fisiknya. Tepatnya dalam format kaset pita. “Semoga ada rejekinya,” seru MIE terus terang. Semoga terwujud, ya! (aug/MK02)

Kredit foto: Ronny Vallerian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *