CARNAGE Tinggalkan Nuansa Blackened di Single “Deadnation”

Dari Pulau Dewata, Bali, band ini kembali melesatkan konsep deathcore ke skena musik cadas Tanah Air. Sebelumnya, Carnage sudah melakukan gebrakan awal lewat single debut bertajuk “Awakening” pada September 2020 lalu.  Dan kini, konsep musik mereka mengalami sedikit pemolesan yang diterapkan di karya rekaman terbarunya berjudul “Deadnation” yang telah dilampiaskan ke publik metal sejak 4 Agustus 2021 lalu.

Seperti apa polesan yang mereka lakukan sekarang? Kepada MUSIKERAS, band yang digetarkan oleh formasi Nessa Sastra (vokal), Agus ‘Jhon’ Sumberdana (gitar), Vito Anandita (gitar), Tio Krisna Putra (dram) dan Ricky Prawira (bass) ini mengungkapkan formula deathcore yang kali ini dibuat lebih ‘terang’.

“Dari segi musikal, kami mengambil konsep modern deathcore yang cathcy seperti (band) Thy Art is Murder dan Suicide Silence pada umumnya,” cetus Carnage menegaskan.

Lebih jauh, Carnage juga mengungkapkan bahwa dibanding “Awakening”, penggarapan konsep di “Deadnation” cenderung lebih sederhana. Berbeda dibanding “Awakening” yang lebih kental akan kontur blackened deathcore. “Pada ‘Deadnation’ kami mencoba membuat lebih simpel tapi tetap terkesan sangar dan elegan. Dan single ini merupakan langkah baru Carnage untuk ke depannya karena mencoba tone yang lebih rendah dibanding sebelunnya.”

.

.

Lirik “Deadnation” sendiri menceritakan tentang keadaan bangsa yang mati karena terlalu mengikuti sistem pemerintahan yang ada dan menyebabkan kehancuran pada bangsa tersebut. Sistem pemerintahan yang dimaksud adalah sistem yang merugikan bangsa sendiri dan tidak memberikan keuntungan sama sekali hanya untuk memuaskan hasrat dari pemerintahan tersebut. Jika bangsa yang dimaksud itu melawan sistem yang ada maka bangsa itu akan mengalami kehancuran karena sistem ini telah dilindungi oleh pemerintahan yang berkuasa dan kaum elit yang mejadi dalang dari rezim tersebut.

Carnage yang terbentuk pada pertengahan 2020 lalu mengeksekusi proses rekaman “Deadnation” di sebuah studio rekaman rumahan milik rekan mereka. Sementara untuk pengasahan mixing dan mastering dilakukan di Pizza Records selama sekitar dua bulan.

Selanjutnya, setelah perilisan “Deadnation” yang sudah bisa didengarkan di berbagai platform digital streaming, Carnage bakal merilis album penuh yang diharapkan bisa diluncurkan tahun ini juga. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *