BARZAH Daur Ulang “Siksa Kubur” untuk ‘Kegelapan’ yang Emosional

Unit cadas ‘gelap’ asal kota kecil, Madiun, Jawa Timur ini ingin meniupkan angin segar yang lebih kekinian di garapan musiknya. Maka, pada 4 September 2021 lalu, mereka pun meluncurkan single daur ulang sekaligus dengan video musik garapan barunya di kanal YouTube. Lagu tersebut berjudul “Siksa Kubur”, karya lawas mereka dari album mini (EP) “Sink In Sorrow of Ocean” yang ditebar pada 2007 silam. Juga sempat dirilis lagi via Runenstein Record (Jerman) dengan judul “Reflection of Empties” tiga tahun kemudian.

Bagi band bentukan 1999 yang kini dihuni formasi Marjoko (vokal), Pungki (gitar), Danang (gitar), Jarwanto (bass), Adhi Barzah (dram) dan Nabilla Farisa (additional bass) ini, kualitas rekaman lagu “Siksa Kubur” yang versi awal tidak memuaskan. Itulah alasan utama mereka memutuskan untuk menghidupkannya kembali. 

“Mungkin ke depannya lagu-lagu lama kami (juga) akan didaur ulang dengan sound yang lebih kekinian,” urai Adhi kepada MUSIKERAS, memberi sinyal. 

Proses pengolahan “Siksa Kubur” versi baru diawali dengan mereka kembali keseluruhan isian instrumen, mulai dari gitar, bass, dram, vokal hingga mixing dan mastering. Barzah lalu mempercayakan pemolesan karakter sound baru mereka kepada Rendra Okta dari Iron Label. “Tujuannya mengemas lagu Barzah menjadi lebih fresh, karena mas Rendra Okta ini adalah metalhead muda berbakat Madiun yang memiliki telinga lebih tajam untuk sound-sound sekarang.”

.

.

Dibanding para penganut gothic metal umumnya, Barzah membawa misi yang sedikit berbeda. Paling tidak, bagi mereka, rapalan lirik yang disampaikan di “Siksa Kubur” mengajak ke hal-hal positif. “Mengingatkan kita sebagai manusia harus selalu ingat akan Yang Kuasa. Apa yang kita perbuat di dunia ini pasti akan ada konsekuensinya,” seru Adhi meyakinkan.

Selaras dengan kandungan lirik, eksekusi secara musikal pun dibuat lebih klop. Mereka tidak lagi mengibarkan black metal sebagai identitas, melainkan lebih senang menganggapnya dark metal, tanpa embel-embel ‘black’, seperti di awal karir mereka. Atau lebih spesifik lagi, band yang mengaku banyak terpengaruh band-band dunia macam Within Temptation (Belanda), Getsemani (Italia), Dismal Euphony (Norwegia) hingga The Sins of Thy Beloved (Norwegia) ini menyebutnya ‘dark emotionic metal’.  

“Sebenarnya awalnya, kami tidak ingin memberi nama genre, jadi tergantung bagi yang mendengarkan, mau disebut apa saja its okay. ‘Dark emotionic metal’ sendiri mempunyai seperti ini, yakni penggabungan emosi setiap personel dengan ‘gelapnya’ musik metal.”

Sepanjang geliat karirnya, Barzah juga tercatat pernah terlibat di proyek album split bersama dua band lainnya, yakni Nelandhir (Jerman) dan Ajal (Malaysia), yang dirilis oleh Runenstein Record, Jerman pada 2012. Terakhir, karya Barzah yang berjudul “Berakhir Kehidupan” juga ikut membius proyek album kompilasi “Rock On Metal Brotherhood Vol. 8: SROM of the Darkness” (2021). (mdy/MK01)

2 replies on “ BARZAH Daur Ulang “Siksa Kubur” untuk ‘Kegelapan’ yang Emosional ”
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *