Bangkit dari ‘Kubur’, KEMENYAN Kisahkan Kengerian Neraka

Unit barbaric black metal dari Makassar, Sulawesi Selatan ini meneruskan rapalan mantra-mantra seputar kematian, neraka dan kebencian. Kali ini dibuat lebih mencekam dibanding karya rekaman demo mereka pada 2016 lalu. Lewat album bertajuk “Energi dari Neraka”, Kemenyan merajam pemujanya dengan delapan trek mengerikan hasil ramuan berbagai serbuk hitam yang diserap dari band-band gelap dunia macam Marduk, Balfor, Behemoth hingga Dark Funeral.

“Energi dari Neraka” sendiri lahir setelah Kemenyan melewati masa kritis, ketika band yang terbentuk pada Agustus 2012 silam tersebut harus vakum selama setahun pada awal 2017 setelah dua personelnya hengkang. Untunglah, pada awal 2018, vokalis Rafie Sikon a.k.a. Rapish memprakarsai pertemuan kembali untuk membicarakan proyek Kemenyan yang tertunda. Kemudian Faizal Alkaramy a.k.a. Ichal dari Harakiri direkrut untuk mengisi lini dram, sementara materi lagu mulai dibuat oleh Rapish dan Ichal, sambil mulai mencari pembetot bass yang lantas diisi oleh Nur Syamsu Alam a.k.a. Anchuxx, mantan personel Monster of Crime. 

Proses pembuatan “Energi dari Neraka” dimulai sejak akhir 2019 selama kurang lebih setahun. Dan sebelum memasuki studio, Kemenyan yang juga diperkuat duo gitaris Fadli dan Azis banyak memainkan lagu-lagu ciptaannya dan memperbaiki lirik yang ada sebelumnya dan merasakan bermain layaknya sebuah band. Setelah itu, barulah eksekusi rekaman dimulai, yang berlangsung di Remains Records. Tapi keseluruhan proses dilakukan secara bertahap di sela kesibukan masing-masing personel.

Dari segi musikal, Kemenyan mendeskripsikan konsep black metal mereka yang unik, karena adanya olahan unsur barbaric dalam materi album “Energi dari Neraka”. Dan dari delapan trek yang mereka suguhkan, eksekusi rekaman paling sulit secara teknis mereka rasakan di lagu yang berjudul “Kerajaan Neraka”.

.

.

“Selain lagu terakhir dari album, lagu itu proses perekamannya dilakukan berulang-ulang dan prosesnya memakan waktu yang banyak dan menguras tenaga, karena speed yang agak kencang,” seru Kemenyan kepada MUSIKERAS, blak-blakan.

Bagi Kemenyan, black metal mempunyai daya tarik tersendiri di mata mereka. Dan para personelnya sepakat ingin mempertahankan Kemenyan sebagai satu-satunya band ber-genre black metal yang ada di Makassar. 

“Dan kami adalah band yang dibentuk secara spesial. Para personelnya sudah mengantongi jam terbang di musik keras cukup lama di band-band sebelumnya, menjadikan musik Kemenyan sebagai tawaran segar bagi skena black metal. Kemenyan pada saat ini bukan lagi sebuah band proyek, tapi bom waktu yang akan meramaikan skena black metal Indonesia, khususnya skena underground Makassar yang saat ini masih dalam tahap perkembangan,” papar pihak band lagi menandaskan.

“Energi dari Neraka” sendiri telah diedarkan via Kvlt Of Belials Records dalam format kaset pita. Sementara versi cakram padat (CD) juga telah dirilis oleh pihak band sendiri secara independen. Di luar itu, sejak 11 Agustus 2021 lalu, album ini juga bisa didengarkan lewat berbagai platform musik digital. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *