Kabar Keras Dunia: Dari SHADOW OF INTENT Hingga RITCHIE BLACKMORE

SHADOW OF INTENT kembali menggempur lewat single terbaru bertajuk “From Ruin… We Rise”. Lagu ini merupakan nomor pemanasan untuk mengantarkan kuping penggemarnya menuju kebrutalan “Elegy” album studio keempat unit deathcore asal AS tersebut, yang sudah ditetapkan bakal dirilis pada 14 Januari tahun depan. Sebelumnya, Shadow of Intent yang kini dimotori formasi Ben Duerr (vokal), Chris Wiseman (gitar), Andrew Monias (bass) dan Bryce Butler (dram) telah melantangkan “Intensified Genocide” serta komposisi daur ulang untuk ‘bersenang-senang’ milik LAMB OF GOD, “Laid to Rest” sebagai ‘kode keras’ menuju peletupan album baru. Sebelumnya, Shadow of Intent yang disebut-sebut sebagai keturunan terbaru dari sub-genre deathcore sudah merilis album “Primordial” (2016), “Reclaimer” (2017), “The Instrumentals” (2017) dan “Melancholy” (2019). Di album “Elegy”, Shadow of Intent bakal menggeber 13 komposisi deathcore yang beringas – termasuk “Intensified Genocide” dan “From Ruin… We Rise” – yang lebih melodius dan symphonic.

.

Di hari yang sama dengan Shadow of Intent, unit deathcore asal AS lainnya, FIT FOR AN AUTOPSY juga telah mengumumkan bakal merilis album studio terbarunya pada 14 Januari 2022 mendatang. Judul karya rekaman terbarunya itu adalah “Oh What The Future Holds” dan bakal diedarkan via Nuclear Blast Records. Sebuah single baru berjudul “Far From Heaven” juga sudah diperdengarkan di berbagai platform digital streaming. Sejauh ini, Fit For An Autopsy yang dihuni Will Putney (gitar), Pat Sheridan (gitar), Josean Orta (dram), Tim Howley (gitar), Joe Badolato (vokal) serta Peter ‘Blue’ Spinazola (bass) sudah merilis lima album studio, sejak terbentuk di New Jersey pada 2008 silam. Namun menurut mereka, konsep “Oh What The Future Holds” bakal ada perubahan drastis dari pengonsepan musik, dimana kini lagu-lagunya diracik lebih meminimalkan kerumitan, atau tepatnya seperti kembali ke akar. 

.

Lagi, sebuah single kembali dilontarkan unit rock bertopeng fenomenal asal Swedia, GHOST. Karya rekaman terbarunya itu berjudul “Hunter’s Moon” yang mereka garap bersama produser Klas Åhlund, plus sentuhan tangan dingin Andy Wallace di pengolahan teknis tata suaranya. Lagu itu sendiri merupakan trek terakhir yang dimasukkan ke album soundtrack untuk film “Halloween Kills” yang bakal dirilis pada 15 Oktober 2021 mendatang via Sacred Bones. Sementara bagi Ghost, “Hunter’s Moon” merupakan karya terbaru mereka sejak merilis album “Seven Inches Of Satanic Panic” (2019). Dan khusus di lagu barunya ini, kali ini Ghost melibatkan Fredrik Åkesson dari unit progressive rock OPETH untuk menyumbangkan permainan gitarnya. Lima tahun silam, Ghost menjadi band rock Swedia pertama yang berhasil memenangkan penghargaan Grammy untuk kategori “Best Metal Performance” berkat lagu mereka yang berjudul “Cirice”. Sementara pada 2019, album Ghost yang bertajuk “Prequelle” serta single “Rats” masing-masing sempat dinominasikan di Grammy Awards untuk kategori “Best Rock Album” serta “Best Rock Song”.

.

Usia tidak menghalangi energi untuk terus berkarya, seperti yang dilakukan SCORPIONS. Pada 11 Februari tahun depan, pendekar rock legendaris asal Jerman ini telah mencanangkan bakal merilis album studio ke-19 mereka yang bertitel “Rock Believer”. Sebagai pemanasan, single pertamanya berjudul “Peacemaker” akan mulai diperdengarkan pada 21 Oktober 2021. Penulisan lagu untuk rekaman album terbaru itu digarap penuh di kampung halaman Scorpions, yakni di Hanover, dan kembali melibatkan kolaborasi terbaik antara gitaris Rudolf Schenker dan vokalis Klaus Meine. Dan bersama gitaris Matthias Jabs, bassis Paweł Mąciwoda serta dramer Mikkey Dee, Scorpions merekam album tersebut sebagai sebuah band yang berkumpul bersama dalam sebuah ruangan, seperti yang selalu mereka lakukan di era ‘80an silam. Materi “Rock Believer” direkam di Peppermint Park Studios, sementara untuk mixing diserahkan kepada Michael Ilbert dari Hansa Studios. Michael sendiri merupakan sound engineer pemegang berbagai nominasi Grammy untuk hasil kerjanya di karya rekaman milik penyanyi pop asal AS, Taylor Swift dan Katy Perry.

.

Unit metalcore OF MICE & MEN benar-benar memanfaatkan situasi pandemi untuk tetap produktif. Dari masa karantina tersebut, mereka berhasil menelurkan dua album mini (EP), “Timeless” dan “Bloom” yang masing-masing telah dirilis pada Februari dan Mei tahun ini. Dan kini, energi itu belum surut. Sebuah single baru bertajuk “Mosaic” kini kembali diletupkan oleh David Valentino Arteaga (dram), Phil Manansala (gitar), Alan Ashby (gitar/bass) dan Aaron Pauley (vokal/bass). Sejauh ini, Of Mice & Men yang telah menggeliat sejak 2009 silam dan sempat diperkuat vokalis Austin Carlile (Attack Attack!) telah merilis album “Of Mice & Men” (2010), “The Flood” (2011), “Restoring Force” (2014), “Cold World” (2016), “Defy” (2018) dan “Earthandsky” (2019).

.

Buat penggemar sejati RITCHIE BLACKMORE, gitaris rock legendaris asal Inggris yang pernah membesarkan nama DEEP PURPLE dan RAINBOW sepertinya wajib memiliki buku ini. Pihak penerbit Rufus Publications bekerja sama dengan fotografer rock elit dunia, Ross Halfin bakal menerbitkan sebuah buku yang memuat galeri foto Ritchie bertajuk “Ritchie Blackmore By Ross Halfin”. Buku setebal 304 halaman berukuran 245mm x 345mm ini hanya dicetak dalam jumlah terbatas, dan sudah bisa dipesan sejak 29 September 2021 lalu, untuk pengiriman pertengahan Desember 2021. Foto-foto yang disuguhkan di sini sebagian besar belum pernah dipublikasikan, yang terekam lewat kamera Ross sejak era ‘80an, dan mencakup aksi Ritchie di atas panggung serta momen-momen khusus di luar panggung. Ada dua kemasan buku yang bakal diproduksi. Edisi pertama dengan sampul putih plus ‘jaket’ berwarna hitam hanya diproduksi sebanyak 350 buah dan dibandrol dengan harga £199, atau jika dikonversi ke mata uang Indonesia menjadi sekitar Rp 3,900,000. Sementara edisi kedua dalam format A3 hanya diproduksi sebanyak 50 buah dengan harga sebesar £599 atau sekitar Rp. 11,000,000. Ritchie Blackmore merupakan salah satu pendiri grup rock Deep Purple pada 1968 silam dan menciptakan permainan riff gitar termasyhur sepanjang masa di lagu “Smoke on the Water”. Permainan gitar Ritchie telah mempengaruhi dan menginspirasi banyak gitaris generasi selanjutnya, di antaranya seperti Fredrik Åkesson (Opeth), Paul Gilbert (Mr. Big), Randy Rhoads (Ozzy Osbourne), Michael Romeo (Symphony X) hingga Yngwie Malmsteen.

.

Foto ilustrasi: Shadow of Intent

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *